Ketua TP PKK Bonto Mate’ne Apresiasi Inovasi Daur Ulang Sampah Mahasiswa KKN-TI Unhas

Makassar, EBS FM Unhas — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Infrastruktur (KKN-TI) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) memperkenalkan program daur ulang sampah plastik tertolak menjadi material bangunan berkelanjutan melalui kegiatan sosialisasi di Kantor Desa Bonto Mate’ne, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, Kamis (24/7). Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian acara Tim Penggerak PKK Desa Bonto Mate’ne ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK, mengenai pemanfaatan sampah plastik tertolak sebagai bahan baku material bangunan yang ramah lingkungan.
Penanggung jawab kegiatan, Nur Safira, menjelaskan bahwa program ini diangkat sebagai respons terhadap masih banyaknya sampah plastik tertolak yang tidak dapat didaur ulang melalui metode konvensional. Akibatnya, sebagian besar limbah tersebut berakhir di tempat pemrosesan akhir (TPA) atau mencemari lingkungan dengan menyumbat saluran air. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko banjir serta menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan.
Melalui sosialisasi ini, masyarakat diperkenalkan pada alternatif pemanfaatan sampah plastik tertolak menjadi material bangunan berkelanjutan, seperti plasboard dan eco paving block. Dengan demikian, limbah yang sebelumnya tidak memiliki nilai guna dapat dimanfaatkan kembali sekaligus mengurangi beban sampah di lingkungan. Program ini juga diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk menerapkan pengelolaan sampah yang lebih inovatif dan berkelanjutan.
“Kami berharap masyarakat semakin memahami bahwa sampah plastik tertolak masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan menjadi material bangunan yang bernilai. Melalui edukasi ini, kami ingin mendorong perubahan perilaku dalam mengelola sampah agar lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan,” tutur Nur Safira, mahasiswa Fakultas Teknik Unhas.
Ketua Tim Penggerak PKK Desa Bonto Mate’ne menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut karena dinilai sejalan dengan upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah berbasis lingkungan. Menurutnya, kegiatan ini juga dapat mendorong peran aktif ibu-ibu PKK dalam mengedukasi keluarga dan masyarakat mengenai pentingnya pemanfaatan kembali sampah plastik sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan.
“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat karena memberikan wawasan baru kepada masyarakat mengenai cara mengelola sampah plastik yang selama ini berakhir dengan dibakar. Kami berharap pengetahuan ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi awal lahirnya inovasi pengelolaan sampah di Desa Bonto Mate’ne,” ujarnya.
Program sosialisasi ini merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa KKN-TI Universitas Hasanuddin dalam mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan di tingkat desa. Melalui kolaborasi dengan Tim Penggerak PKK dan Pemerintah Desa Bonto Mate’ne, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mengurangi pencemaran plastik sekaligus membuka peluang pemanfaatan limbah menjadi material bangunan yang bernilai ekonomi. Ke depan, sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, dan berbagai pihak diharapkan terus terjalin untuk mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Fadiah Nadhilah Irhad
107.7 FM