EBS Reportase 28 Juli 2026

Mahasiswa KKN-T Universitas Hasanuddin Gelar Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair (ECOPOC) di Desa Bonto Tallasa

IMG_9913-1024x557 Mahasiswa KKN-T Universitas Hasanuddin Gelar Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair (ECOPOC) di Desa Bonto Tallasa
sumber: dokumentasipribadi

Makassar, EBS FM Unhas – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Pertanian dan Teknologi Tepat Guna Gelombang 116 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja individu berupa pelatihan dan demonstrasi pembuatan Pupuk Organik Cair (ECOPOC) di Desa Bonto Tallasa, Kecamatan Uluere, Kabupaten Bantaeng, Senin (27/7). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan limbah organik rumah tangga menjadi pupuk organik cair yang ramah lingkungan, mudah dibuat, dan memiliki nilai ekonomis.

Program ini dilatarbelakangi oleh masih banyaknya limbah organik rumah tangga yang belum dimanfaatkan secara optimal dan berakhir sebagai sampah. Padahal, limbah seperti sisa sayuran dan buah-buahan dapat diolah menjadi pupuk organik cair yang bermanfaat untuk meningkatkan kesuburan tanah sekaligus mengurangi ketergantungan petani terhadap penggunaan pupuk kimia.

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pengertian dan manfaat pupuk organik cair, kandungan unsur hara yang terdapat di dalamnya, serta pengaruhnya terhadap kesuburan tanah dan pertumbuhan tanaman. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan limbah organik sebagai salah satu bentuk penerapan pertanian berkelanjutan dan pelestarian lingkungan.

Setelah sesi pemaparan materi, mahasiswa KKN-T mendemonstrasikan secara langsung proses pembuatan ECOPOC menggunakan bahan-bahan yang mudah diperoleh, seperti limbah sayuran dan buah-buahan, larutan gula merah, EM4, serta air bersih sebagai media fermentasi. Seluruh tahapan pembuatan dijelaskan secara rinci, mulai dari persiapan bahan, proses pencampuran, teknik fermentasi, hingga cara penyimpanan pupuk agar kualitasnya tetap terjaga.

Program ini dilaksanakan bersama Kelompok Tani Desa Bonto Tallasa yang berpartisipasi aktif dalam setiap rangkaian kegiatan. Selain mengikuti demonstrasi, peserta juga berdiskusi mengenai teknik aplikasi pupuk organik cair pada berbagai jenis tanaman, lama proses fermentasi, jenis limbah organik yang dapat dimanfaatkan, serta dosis penggunaan yang tepat sesuai dengan kebutuhan tanaman.

Penanggung jawab program, Asti, mahasiswa KKN-T Gelombang 116 Universitas Hasanuddin, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk edukasi kepada masyarakat agar limbah organik tidak lagi dipandang sebagai sampah, melainkan sebagai sumber daya yang memiliki manfaat bagi sektor pertanian.

“Program ini kami laksanakan sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat agar limbah organik rumah tangga tidak hanya menjadi sampah, tetapi dapat diolah menjadi pupuk organik cair yang bermanfaat untuk meningkatkan kesuburan tanaman sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan,” ujarnya.

Selama pelaksanaan kegiatan, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Hal tersebut terlihat dari keaktifan mereka dalam mengikuti setiap tahapan demonstrasi, mengajukan pertanyaan, serta berdiskusi mengenai peluang penerapan pupuk organik cair pada komoditas pertanian yang banyak dibudidayakan di Desa Bonto Tallasa.

Melalui program kerja ini, mahasiswa KKN-T Gelombang 116 Universitas Hasanuddin berharap masyarakat Desa Bonto Tallasa semakin memahami pentingnya pengelolaan limbah organik menjadi produk yang bermanfaat bagi sektor pertanian. Pembuatan Pupuk Organik Cair (ECOPOC) diharapkan dapat menjadi salah satu bentuk penerapan teknologi tepat guna yang mendukung pertanian berkelanjutan, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pelestarian lingkungan, serta memberikan manfaat ekonomi melalui pemanfaatan sumber daya lokal yang tersedia di sekitar mereka.

Nabila Fatimah Azzahra

Now Playing
107.7 FM - EBS Radio
01:24
-03:10