Mahasiswa KKN-PK Unhas Gelar Program PEDULI untuk Tingkatkan Kesadaran Masyarakat tentang Hipertensi

Makassar, EBS FM Unhas – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin Posko Desa Leppangeng melaksanakan Program PEDULI (Edukasi Dini Hipertensi) bagi masyarakat Desa Leppangeng, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang, Jumat (24/7). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya hipertensi sekaligus mendorong upaya pencegahan sejak dini melalui penerapan pola hidup sehat.
Program ini dilatarbelakangi oleh tingginya risiko hipertensi sebagai salah satu penyakit tidak menular yang sering berkembang tanpa gejala, sehingga kerap disebut sebagai silent killer. Melalui edukasi ini, masyarakat diberikan pemahaman mengenai faktor risiko hipertensi, gejala, komplikasi yang dapat ditimbulkan, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, dan sesi tanya jawab. Peserta memperoleh edukasi mengenai pentingnya menjaga pola makan bergizi seimbang, membatasi konsumsi garam, rutin beraktivitas fisik, menghindari kebiasaan merokok, serta melakukan pemeriksaan tekanan darah secara berkala sebagai langkah deteksi dini.
Penanggung jawab program, A. M. Ihsanul Mubin, mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, mengatakan bahwa hipertensi sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal sehingga masyarakat perlu memiliki kesadaran untuk melakukan pencegahan sejak dini.
“Melalui program PEDULI, kami ingin mengajak masyarakat Desa Leppangeng agar lebih peduli terhadap kesehatan tekanan darahnya. Edukasi ini tidak hanya memberikan informasi mengenai hipertensi, tetapi juga mendorong masyarakat menerapkan pola hidup sehat yang sederhana dan dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Program ini dilaksanakan secara kolaboratif oleh mahasiswa KKN-PK Angkatan 69 Universitas Hasanuddin diantaranya, Nurmala Dewi A (Fakultas Kesehatan Masyarakat), Nur Rahma Syadzulqahad(Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Keperawatan), Afiqah Nur Aila (Fakultas Kesehatan Masyarakat), Glory Meicy Tandungan (Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran), Nurzahra Shahid (Fakultas Farmasi), Ika Meisyifa Sahira (Fakultas Kedokteran Gigi), dan Andi Nabilah Azzahrah G (Program Studi Kedokteran Hewan, Fakultas Kedokteran).
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan di bawah bimbingan dan arahan Dosen Supervisor, Ryryn Suryaman Prana Putra, S.K.M., M.Kes. dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin.Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan edukasi kesehatan yang komprehensif bagi masyarakat.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak awal kegiatan. Warga dari berbagai kelompok usia mengikuti penyuluhan dengan aktif, menyimak materi yang disampaikan, serta mengajukan berbagai pertanyaan mengenai pola makan sehat, gaya hidup, dan cara mengendalikan tekanan darah. Tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan meningkatnya kepedulian terhadap pentingnya pencegahan penyakit tidak menular.
Melalui pendekatan edukatif ini, Program PEDULI turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Desa, khususnya SDGs 1 (Desa Tanpa Kemiskinan) melalui upaya mencegah penurunan produktivitas masyarakat dan mengurangi beban biaya pengobatan akibat komplikasi hipertensi, SDGs 3 (Desa Sehat dan Sejahtera) dengan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan penyakit tidak menular, SDGs 7 (Desa Berenergi Bersih dan Terbarukan) melalui dorongan untuk menerapkan pola hidup yang sehat, efisien, dan berkelanjutan, serta SDGs 14 (Desa Peduli Lingkungan Laut) dengan mengedukasi masyarakat mengenai pengolahan hasil perairan dan bahan pangan secara bijak agar tetap bernutrisi tinggi dan rendah garam.
Melalui program ini, mahasiswa KKN-PK Universitas Hasanuddin berharap masyarakat Desa Leppangeng semakin memahami pentingnya deteksi dini hipertensi dan menjadikan pola hidup sehat sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih sadar kesehatan serta mendukung terwujudnya masyarakat yang sehat dan mandiri.
Nabila Fatimah Azzahra
107.7 FM