Mahasiswa KKN 116 Unhas Bentuk Kader Keamanan Pangan Ritel di Desa Labbo

Makassar, EBS FM Unhas – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Keamanan Pangan Gelombang 116 Universitas Hasanuddin Posko Labbo 1 melaksanakan program Pelatihan dan Pembentukan Kader Keamanan Pangan Ritel di Desa Labbo, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, Minggu (26/7). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya pelaku usaha ritel, mengenai pentingnya penerapan keamanan pangan dalam kegiatan usaha sehari-hari.
Program ini merupakan salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat melalui pembentukan kader yang diharapkan mampu menjadi penyampai informasi sekaligus pendamping bagi pelaku usaha ritel dalam menerapkan praktik keamanan pangan. Dengan adanya kader, edukasi mengenai keamanan pangan diharapkan dapat berlangsung secara berkelanjutan dan tidak berhenti hanya pada kegiatan sosialisasi.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan metode door to door agar penyampaian materi lebih efektif dan menjangkau masyarakat secara langsung. Sebelum sosialisasi dimulai, peserta mengerjakan pre-test untuk mengukur tingkat pemahaman awal mengenai keamanan pangan ritel. Selanjutnya, mahasiswa memberikan edukasi mengenai lima kunci keamanan pangan ritel, yaitu menerima pangan dengan aman, menyediakan sarana penyimpanan dan pemajangan yang aman, menyimpan serta memajang pangan sesuai ketentuan, menjaga kebersihan, dan menjual pangan secara aman. Di akhir kegiatan, peserta kembali mengisi post-test sebagai bentuk evaluasi terhadap materi yang telah diberikan.
Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti pelatihan. Jika pada awal kegiatan sebagian besar peserta belum memahami prinsip-prinsip dasar keamanan pangan ritel, hasil post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan mengenai pentingnya penerapan lima kunci keamanan pangan sebagai upaya melindungi konsumen sekaligus meningkatkan kualitas usaha ritel.
Penanggung jawab program, Bayu Rudiana Saputra, mahasiswa Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin, mengatakan bahwa pembentukan kader merupakan langkah strategis untuk memperkuat peran masyarakat dalam membangun budaya keamanan pangan di tingkat desa.
“Pembentukan Kader Keamanan Pangan Ritel merupakan langkah strategis untuk memperkuat peran masyarakat dalam mewujudkan budaya keamanan pangan di tingkat desa. Melalui kader yang telah dibekali pengetahuan dan keterampilan, diharapkan pelaku usaha ritel semakin memahami pentingnya menyediakan pangan yang aman, bermutu, dan sesuai ketentuan, sehingga mampu memberikan perlindungan yang lebih baik bagi konsumen,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin berharap kader yang telah dibentuk dapat menjadi penggerak edukasi keamanan pangan di Desa Labbo sekaligus mendorong pelaku usaha ritel untuk menerapkan praktik keamanan pangan secara konsisten. Dengan sinergi antara mahasiswa dan masyarakat, budaya keamanan pangan di tingkat desa diharapkan semakin kuat sehingga mampu memberikan manfaat bagi kesehatan konsumen serta mendukung terciptanya lingkungan usaha ritel yang lebih aman, sehat, dan berkualitas.
Nabila Fatimah Azzahra
107.7 FM