Mahasiswa KKN-T Unhas Edukasi Pemanfaatan Sekam Padi Menjadi Briket Ramah Lingkungan di Desa Bila Riase

Makassar, EBS FM Unhas — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja bertajuk Pelatihan Pembuatan Briket dari Sekam Padi di Desa Bila Riase, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang, Jumat (25/7/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah sekam padi menjadi bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan sekaligus bernilai ekonomi.
Program ini dilatarbelakangi oleh melimpahnya limbah sekam padi di Desa Bila Riase yang selama ini umumnya dibakar atau dibiarkan menumpuk tanpa dimanfaatkan secara optimal. Melalui pelatihan tersebut, mahasiswa KKN memperkenalkan teknologi sederhana yang memungkinkan sekam padi diolah menjadi briket biomassa sebagai sumber energi alternatif yang lebih efisien, ekonomis, dan berkelanjutan.
Pelatihan diawali dengan penyampaian materi mengenai potensi sekam padi sebagai bahan baku briket, manfaat penggunaan briket sebagai energi alternatif, serta peluang pengembangannya menjadi produk bernilai jual. Selanjutnya, peserta mengikuti demonstrasi pembuatan briket, mulai dari proses pembakaran sekam menjadi arang, penghalusan bahan, pencampuran dengan perekat, pencetakan, hingga proses pengeringan. Masyarakat juga diberi kesempatan mempraktikkan secara langsung setiap tahapan dengan pendampingan mahasiswa KKN.
Penanggung jawab program, Indra Gunawan, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan mengurangi limbah pertanian, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. “Sekam padi merupakan limbah yang jumlahnya cukup melimpah di Desa Bila Riase. Melalui pelatihan ini kami ingin menunjukkan bahwa limbah tersebut dapat diolah menjadi briket yang bermanfaat sebagai bahan bakar alternatif sekaligus memiliki nilai jual sehingga dapat menjadi peluang usaha bagi masyarakat,” ujarnya.
Pelaksanaan kegiatan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Peserta yang terdiri atas perangkat desa, Kelompok Wanita Tani (KWT), serta warga setempat tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian pelatihan. Mereka aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, hingga mencoba mencetak briket secara mandiri sebagai bentuk praktik keterampilan yang telah dipelajari.
Salah seorang peserta pelatihan mengaku memperoleh wawasan baru mengenai pemanfaatan limbah pertanian. “Pelatihan ini sangat bermanfaat karena memberikan wawasan baru kepada kami. Sekam padi yang biasanya hanya dibakar ternyata dapat diolah menjadi briket yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar dan bahkan berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat,” ungkapnya.
Melalui program ini, mahasiswa KKN Tematik Inovasi Desa Universitas Hasanuddin berharap masyarakat Desa Bila Riase mampu mengembangkan pemanfaatan sekam padi menjadi produk yang memiliki nilai tambah, sekaligus mendukung pengelolaan limbah pertanian yang lebih baik. Program ini juga mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Goal 7: Affordable and Clean Energy, melalui pemanfaatan energi alternatif berbasis biomassa, Goal 12: Responsible Consumption and Production melalui pengelolaan limbah pertanian secara berkelanjutan, serta Goal 13: Climate Action dengan mendorong pemanfaatan sumber energi yang lebih ramah lingkungan
Melani Pratiwi Palajukan
107.7 FM