Mahasiswa KKN-T Unhas Edukasi Pembuatan Jadam Microorganism Solution (JMS) untuk Mendukung Pertanian Berkelanjutan di Desa Bila Riase

Makassar, EBS FM Unhas — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program kerja individu berupa pelatihan pembuatan Jadam Microorganism Solution (JMS) di Desa Bila Riase, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang, pada Sabtu (25/7). Program yang diinisiasi oleh Jihan Azizah ini bertujuan meningkatkan pengetahuan petani mengenai pemanfaatan mikroorganisme lokal sebagai alternatif penyubur tanah yang ramah lingkungan, mudah dibuat, dan berbiaya rendah.
Program ini dilaksanakan sebagai respons terhadap tingginya ketergantungan petani terhadap pupuk sintetis yang berdampak pada meningkatnya biaya produksi serta berpotensi menurunkan kualitas tanah dalam jangka panjang. Melalui pelatihan ini, mahasiswa memperkenalkan Jadam Microorganism Solution (JMS), yaitu larutan mikroorganisme lokal yang dikembangkan dari metode pertanian alami asal Korea Selatan dan dapat dimanfaatkan untuk membantu mengembalikan kesuburan tanah secara berkelanjutan.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai konsep dasar JMS, manfaatnya bagi kesehatan tanah, serta perannya dalam mendukung sistem pertanian yang lebih ramah lingkungan. Selanjutnya, peserta mengikuti demonstrasi pembuatan JMS menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan di sekitar desa, seperti tanah humus dari bawah rumpun bambu sebagai sumber mikroorganisme, kentang rebus sebagai sumber nutrisi, garam kasar sebagai penyedia mineral, dan air bersih. Mahasiswa juga menjelaskan tahapan fermentasi, cara penyimpanan, hingga teknik aplikasi JMS pada lahan pertanian.
Selama sesi praktik, peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan pembuatan larutan JMS. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan mengenai efektivitas penggunaan mikroorganisme lokal, teknik aplikasi di lahan pertanian, hingga peluang mengurangi penggunaan pupuk kimia secara bertahap.
Penanggung jawab program, Jihan Azizah, menjelaskan bahwa pelatihan ini diharapkan dapat menjadi solusi sederhana bagi petani dalam meningkatkan produktivitas lahan tanpa bergantung sepenuhnya pada input pertanian berbahan kimia. “Jadam Microorganism Solution (JMS) merupakan inovasi pertanian alami yang memanfaatkan mikroorganisme lokal untuk membantu mengembalikan kesuburan tanah. Melalui pelatihan ini, kami berharap masyarakat dapat memproduksi JMS secara mandiri menggunakan bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekitar sehingga biaya budidaya dapat ditekan sekaligus mendukung pertanian yang lebih berkelanjutan,” ujarnya.
Apresiasi terhadap kegiatan tersebut disampaikan oleh Fatmawati, Ketua Kelompok Tani Desa Bila Riase. Menurutnya, pelatihan ini memberikan pengetahuan baru yang dapat diterapkan secara langsung oleh petani. “Kebutuhan pupuk sering menjadi kendala bagi petani. Pelatihan ini memberikan alternatif yang mudah dipraktikkan karena bahan-bahannya tersedia di sekitar kami. Harapannya, ilmu yang diperoleh hari ini dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas lahan sekaligus mengurangi biaya produksi pertanian,” tuturnya.
Melalui program Pelatihan Pembuatan Jadam Microorganism Solution (JMS), mahasiswa KKN-T Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin berharap masyarakat Desa Bila Riase mampu memanfaatkan mikroorganisme lokal sebagai penyubur tanah alami secara mandiri. Program ini diharapkan menjadi salah satu upaya mendukung praktik pertanian yang lebih berkelanjutan, meningkatkan produktivitas lahan, serta berkontribusi terhadap Sustainable Development Goal (SDG) 15: Life on Land melalui pelestarian kualitas ekosistem daratan.
Melani Pratiwi Palajukan
107.7 FM