Mahasiswa KKN-T Unhas Edukasi Pembuatan Pupuk Organik Cair, Hadirkan Solusi Ramah Lingkungan bagi Petani Cengkeh

Makassar, EBS FM Unhas — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Pertanian dan Teknologi Tepat Guna Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program kerja individu bertajuk “Edukasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari Limbah Organik Rumah Tangga” di Desa Kampala, Kecamatan Eremerasa, Kabupaten Bantaeng, pada Jumat (24/7). Program yang diinisiasi oleh Riska Amalia Dwi Putri, mahasiswa Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin, ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam mengolah limbah organik rumah tangga menjadi pupuk organik cair sebagai alternatif pupuk ramah lingkungan untuk mendukung budidaya tanaman cengkeh.
Program ini disusun berdasarkan hasil observasi selama pelaksanaan KKN yang menunjukkan bahwa limbah organik rumah tangga, seperti sisa sayuran dan buah-buahan, masih banyak dibuang tanpa dimanfaatkan. Di sisi lain, petani cengkeh di Desa Kampala masih cukup bergantung pada pupuk kimia yang memerlukan biaya relatif tinggi. Melalui pelatihan ini, mahasiswa KKN-T memperkenalkan pemanfaatan limbah organik sebagai pupuk organik cair yang mudah dibuat, ekonomis, serta mampu mendukung kesuburan tanaman secara berkelanjutan.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai manfaat pupuk organik cair, potensi pemanfaatan limbah organik rumah tangga, serta peran POC dalam meningkatkan kualitas tanah dan pertumbuhan tanaman. Selanjutnya, peserta mengikuti demonstrasi pembuatan POC mulai dari pengenalan alat dan bahan, proses pencampuran, fermentasi, penyaringan, hingga teknik pengenceran dan aplikasi pada tanaman cengkeh. Sebagai bahan pembelajaran lanjutan, peserta juga memperoleh buku panduan agar dapat mempraktikkan pembuatan POC secara mandiri.
Selama pelaksanaan kegiatan, masyarakat terlihat antusias mengikuti setiap sesi pelatihan. Peserta aktif berdiskusi mengenai teknik fermentasi, dosis penggunaan pupuk organik cair, hingga manfaatnya dalam mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia. Antusiasme tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk menerapkan teknologi sederhana yang dapat meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mengurangi limbah rumah tangga.
Penanggung jawab program, Riska Amalia Dwi Putri, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan mengubah cara pandang masyarakat terhadap limbah organik yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. “Limbah organik rumah tangga seperti sisa sayuran dan buah-buahan sebenarnya masih memiliki nilai guna yang tinggi. Melalui pelatihan ini, kami berharap masyarakat dapat mengolahnya menjadi pupuk organik cair yang ramah lingkungan, mudah dibuat, serta mampu membantu mengurangi penggunaan pupuk kimia sehingga biaya budidaya tanaman, khususnya cengkeh, menjadi lebih efisien,” ujarnya.
Apresiasi terhadap kegiatan tersebut disampaikan oleh Muh. Basri, S.Sos., yang menilai program ini memberikan pengetahuan baru bagi masyarakat dalam mengelola limbah organik menjadi produk yang bermanfaat. “Kegiatan ini memberikan wawasan baru kepada masyarakat bahwa limbah organik tidak harus dibuang begitu saja. Jika diolah dengan benar, limbah tersebut dapat menjadi pupuk organik cair yang bermanfaat bagi tanaman sekaligus membantu petani mengurangi penggunaan pupuk kimia. Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat terus diterapkan dan memberikan manfaat bagi pertanian di Desa Kampala,” tuturnya.
Melalui program Edukasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari Limbah Organik Rumah Tangga, mahasiswa KKN-T Pertanian dan Teknologi Tepat Guna Gelombang 116 Universitas Hasanuddin berharap masyarakat Desa Kampala mampu memanfaatkan limbah organik secara mandiri menjadi pupuk yang bernilai guna, mengurangi pencemaran lingkungan, serta mendukung budidaya tanaman cengkeh yang lebih produktif, hemat biaya, dan berkelanjutan. Program ini juga diharapkan menjadi salah satu bentuk penerapan teknologi tepat guna dalam mendukung pembangunan sektor pertanian yang ramah lingkungan.
Melani Pratiwi Palajukan
107.7 FM