Lewat Pohon Ungkapan, Mahasiswa KKN Unhas Tanamkan Kesadaran Anti-Bullying Sejak Dini

Makassar, EBS FM Unhas — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program kerja individu bertajuk “Sosialisasi Perlindungan Hak Anak dan Pencegahan Bullying” di SD Negeri 73 Barru, Desa Lempang, Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru. Program yang diinisiasi oleh Muhammad Ilham Arief, mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum Unhas, ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai hak-hak anak sekaligus menumbuhkan kesadaran untuk mencegah perundungan (bullying) sejak dini demi menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan ramah anak.
Kegiatan diawali dengan sesi ice breaking untuk membangun suasana belajar yang interaktif, kemudian dilanjutkan dengan pre-test guna mengukur pemahaman awal siswa terkait perlindungan hak anak dan bullying. Selanjutnya, peserta memperoleh materi mengenai hak-hak anak di lingkungan sekolah, pengertian dan bentuk-bentuk bullying, pihak yang terlibat, dampak yang ditimbulkan, hingga langkah yang dapat dilakukan ketika menjadi korban maupun saksi tindakan perundungan. Penyampaian materi diperkuat melalui pemutaran video edukasi yang menggambarkan dampak bullying serta pentingnya membangun sikap saling menghormati di lingkungan sekolah.
Sebagai bentuk evaluasi sekaligus meningkatkan partisipasi siswa, mahasiswa KKN menyelenggarakan kuis interaktif berhadiah berdasarkan materi yang telah disampaikan. Melalui sesi diskusi tersebut, siswa tidak hanya menjawab pertanyaan, tetapi juga diajak menyampaikan pendapat dan alasan atas jawaban mereka sehingga proses pembelajaran berlangsung lebih aktif serta melatih kemampuan berpikir kritis.
Inovasi yang menjadi ciri khas program ini adalah Pohon Ungkapan, yaitu media refleksi yang memberikan ruang bagi siswa untuk menuliskan pengalaman maupun perasaan apabila pernah mengalami atau menyaksikan tindakan bullying. Tulisan tersebut kemudian ditempelkan pada media berbentuk pohon sebagai simbol bahwa setiap anak berhak didengar, dihargai, dan memperoleh perlindungan dari segala bentuk kekerasan. Media ini juga menjadi sarana untuk membangun empati serta keberanian siswa dalam mengekspresikan perasaan secara positif.
Penanggung jawab program, Muhammad Ilham Arief, berharap kegiatan ini mampu meningkatkan keberanian siswa dalam menolak segala bentuk perundungan. “Melalui sosialisasi ini, saya berharap siswa tidak hanya memahami apa itu bullying, tetapi juga mampu menghargai hak setiap anak untuk merasa aman di lingkungan sekolah. Harapannya, siswa berani berkata tidak terhadap bullying, saling peduli, serta tidak ragu melaporkan tindakan perundungan kepada guru maupun orang tua,” ujar Muhammad Ilham Arief.
Melalui program ini, mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin berharap kesadaran siswa terhadap pentingnya perlindungan hak anak semakin meningkat, sekaligus mendorong terbentuknya budaya saling menghormati, peduli, dan berempati di lingkungan sekolah. Program ini diharapkan menjadi kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung terwujudnya sekolah yang aman, inklusif, dan ramah anak.
Melani Pratiwi Palajukan
107.7 FM