Mahasiswa KKN Unhas Perkuat Tata Kelola Kelompok Tani melalui Penyuluhan Manajemen Keuangan Sederhana

Makassar, EBS FM Unhas — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) Posko Desa Bonto Majannang melaksanakan program kerja individu bertajuk “Penyuluhan Pengelolaan Keuangan Kelompok Tani melalui Penerapan Sistem Manajemen Keuangan Sederhana” di Kantor Desa Bonto Majannang, Kecamatan Sinoa, Kabupaten Bantaeng, Senin (27/7). Program yang diinisiasi oleh Intan Nur Jamila ini diikuti oleh pemerintah desa, pengurus kelompok tani, dan masyarakat setempat sebagai upaya meningkatkan kapasitas pengelolaan keuangan kelompok tani agar lebih tertib, transparan, dan akuntabel.
Program kerja ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya praktik pencatatan keuangan kelompok tani yang dilakukan secara sederhana sehingga dokumentasi transaksi belum tersusun secara sistematis. Kondisi tersebut berpotensi menyulitkan pengurus dalam memantau arus kas, menyusun laporan keuangan, serta mempertanggungjawabkan penggunaan dana kepada seluruh anggota kelompok. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN memberikan edukasi mengenai pentingnya sistem pengelolaan keuangan yang terstruktur sebagai fondasi keberlanjutan organisasi kelompok tani.
Dalam penyuluhan, peserta memperoleh materi mengenai konsep dasar manajemen keuangan kelompok tani, pentingnya pencatatan setiap transaksi, pengelolaan kas masuk dan kas keluar, hingga penyusunan laporan keuangan sederhana sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas. Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan Sistem Manajemen Keuangan Sederhana berbasis spreadsheet yang dirancang untuk memudahkan pengurus dalam mencatat transaksi secara lebih rapi dan sistematis. Sistem tersebut memungkinkan pencatatan pemasukan dan pengeluaran kas yang secara otomatis menghasilkan saldo akhir sehingga mempermudah administrasi keuangan kelompok.
Intan Nur Jamila, selaku penanggung jawab program, menjelaskan bahwa pengelolaan keuangan yang baik merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung keberlangsungan organisasi kelompok tani. “Melalui program ini kami berharap pengurus kelompok tani dapat menerapkan sistem pencatatan keuangan yang lebih tertib dan mudah dipahami. Dengan administrasi yang baik, pengelolaan dana menjadi lebih transparan, proses penyusunan laporan lebih efisien, dan kepercayaan antaranggota kelompok pun dapat semakin meningkat,” ujarnya.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta menyampaikan berbagai pengalaman dan kendala yang dihadapi dalam mengelola keuangan kelompok, mulai dari pencatatan transaksi hingga penyusunan laporan kas. Mahasiswa kemudian memberikan pendampingan mengenai penggunaan sistem yang telah disesuaikan dengan kebutuhan kelompok tani di Desa Bonto Majannang sehingga lebih mudah diterapkan dalam aktivitas administrasi sehari-hari.
Melalui program kerja ini, mahasiswa KKN-T Gelombang 116 Universitas Hasanuddin berharap kelompok tani di Desa Bonto Majannang mampu menerapkan sistem manajemen keuangan sederhana secara berkelanjutan sebagai bagian dari penguatan tata kelola organisasi. Program ini menjadi wujud kontribusi mahasiswa dalam mendukung pembangunan desa melalui peningkatan kapasitas masyarakat serta pemanfaatan teknologi sederhana yang sesuai dengan kebutuhan lokal. Selain itu, kegiatan ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) Goal 8: Decent Work and Economic Growth melalui penguatan kapasitas kelembagaan ekonomi masyarakat, serta Goal 16: Peace, Justice and Strong Institutions melalui penerapan tata kelola organisasi yang lebih transparan, akuntabel, dan efektif.
Melani Pratiwi Palajukan
107.7 FM