EBS Reportase 1 Agustus 2026

Mahasiswa KKN Unhas Tingkatkan Nilai Tambah Hasil Pertanian melalui Penyuluhan Pengolahan Produk Berbasis Potensi Lokal  

Makassar, EBS FM Unhas — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas), Sri Resqi Fausi, mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian, Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, melaksanakan program kerja individu bertajuk “Penyuluhan Pengolahan Hasil Pertanian Berbasis Potensi Lokal untuk Meningkatkan Nilai Tambah Produk Desa Bonto Majannang” di Kantor Desa Bonto Majannang, Kecamatan Sinoa, Kabupaten Bantaeng. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pengolahan hasil pertanian lokal sebagai upaya menciptakan produk bernilai tambah, memperluas peluang usaha, dan mendukung peningkatan perekonomian desa.

Program kerja ini dilaksanakan sebagai respons terhadap besarnya potensi komoditas pertanian di Desa Bonto Majannang yang belum dimanfaatkan secara optimal melalui proses pengolahan. Melalui penyuluhan ini, masyarakat didorong untuk tidak hanya menjual hasil panen dalam bentuk segar, tetapi juga mengembangkannya menjadi berbagai produk olahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dan daya saing yang lebih baik di pasaran.

Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh materi mengenai potensi komoditas pertanian lokal serta peluang pengembangannya menjadi produk olahan. Selain itu, mahasiswa KKN memberikan edukasi mengenai teknik pengolahan sederhana berbasis teknologi tepat guna, mulai dari proses pengolahan, pengemasan, hingga strategi pemasaran produk. Berbagai contoh inovasi produk berbasis hasil pertanian lokal juga diperkenalkan sebagai inspirasi bagi masyarakat untuk mengembangkan produk unggulan desa.

Sri Resqi Fausi, selaku penanggung jawab program, menjelaskan bahwa pengolahan hasil pertanian merupakan salah satu strategi penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui optimalisasi potensi lokal. “Melalui penyuluhan ini kami berharap masyarakat dapat melihat bahwa hasil pertanian tidak hanya memiliki nilai ketika dijual dalam bentuk segar, tetapi juga dapat diolah menjadi berbagai produk yang memiliki nilai tambah lebih tinggi. Dengan demikian, peluang usaha dapat berkembang dan pendapatan masyarakat juga berpotensi meningkat,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, masyarakat menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan aktif berdiskusi mengenai berbagai tantangan dalam pengolahan maupun pemasaran produk pertanian. Sesi tanya jawab menjadi ruang berbagi pengalaman antara mahasiswa dan masyarakat untuk mencari solusi dalam mengembangkan potensi hasil pertanian lokal agar mampu bersaing di pasar.

Melalui program kerja ini, mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin berharap masyarakat Desa Bonto Majannang semakin termotivasi mengembangkan produk olahan berbasis komoditas lokal sebagai langkah meningkatkan nilai tambah hasil pertanian. Program ini menjadi bagian dari implementasi tema KKN Pertanian dan Teknologi Tepat Guna melalui pemanfaatan inovasi sederhana yang aplikatif bagi masyarakat. Selain itu, kegiatan ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) Goal 8: Decent Work and Economic Growth melalui penguatan kapasitas usaha masyarakat, serta Goal 12: Responsible Consumption and Production melalui optimalisasi pemanfaatan hasil pertanian lokal secara berkelanjutan.

Melani Pratiwi Palajukan

Now Playing
107.7 FM - EBS Radio
01:24
-03:10