Mahasiswa KKN Unhas Tingkatkan Nilai Ekonomis Limbah Tongkol Jagung melalui Pelatihan Pembuatan Briket

Makassar, EBS FM Unhas — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas), Moch Ijlal Alfat, mahasiswa Program Studi Teknik Sistem Perkapalan, melaksanakan program kerja individu bertajuk “Pemanfaatan Limbah Tongkol Jagung Menjadi Briket sebagai Peningkatan Nilai Ekonomis Masyarakat Desa Bonto Tallasa” di Desa Bonto Tallasa, Kecamatan Ulu Ere, Kabupaten Bantaeng, Senin (27/7). Kegiatan ini bertujuan mengedukasi masyarakat mengenai pemanfaatan limbah pertanian menjadi bahan bakar alternatif yang bernilai ekonomis sekaligus membuka peluang usaha berbasis potensi lokal.
Program kerja ini merupakan bagian dari KKN Tematik Pertanian dan Teknologi Tepat Guna yang dirancang sebagai solusi atas melimpahnya limbah tongkol jagung di Desa Bonto Tallasa yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui pelatihan ini, masyarakat diperkenalkan pada teknologi sederhana untuk mengolah limbah pertanian menjadi briket sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan dan memiliki nilai jual.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan penyuluhan mengenai potensi ekonomi limbah tongkol jagung, kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi proses pembuatan briket, mulai dari tahap karbonisasi, penghancuran arang, pencampuran bahan perekat, pencetakan, hingga proses pengeringan. Setelah itu, peserta diberi kesempatan mempraktikkan secara langsung setiap tahapan pembuatan briket dengan pendampingan mahasiswa KKN agar keterampilan tersebut dapat diterapkan secara mandiri di lingkungan masing-masing.
Moch Ijlal Alfat, selaku penanggung jawab program, menjelaskan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu memberikan solusi terhadap pemanfaatan limbah pertanian sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat. “Desa Bonto Tallasa memiliki potensi jagung yang sangat besar sehingga menghasilkan limbah tongkol jagung dalam jumlah melimpah. Melalui program ini kami berharap limbah tersebut dapat diolah menjadi briket yang memiliki nilai ekonomi sehingga mampu membuka peluang usaha baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat desa,” ujarnya.
Sekretaris Desa Bonto Tallasa, Agus Salim, mengapresiasi pelaksanaan program tersebut karena dinilai menghadirkan inovasi yang sesuai dengan potensi desa. “Kami sangat mengapresiasi program ini karena mampu melihat peluang dari limbah yang selama ini dianggap tidak bernilai. Tongkol jagung ternyata dapat diolah menjadi briket yang memiliki manfaat ekonomi dan berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat Desa Bonto Tallasa,” tuturnya.
Melalui program kerja ini, mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pemanfaatan limbah pertanian sebagai sumber daya yang bernilai ekonomis. Inovasi pengolahan tongkol jagung menjadi briket diharapkan dapat mengurangi limbah, menciptakan peluang usaha baru, serta mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Program ini juga mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) Goal 1: No Poverty melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat, Goal 7: Affordable and Clean Energy melalui pengembangan bahan bakar alternatif, serta Goal 12: Responsible Consumption and Production melalui pemanfaatan limbah pertanian menjadi produk yang bernilai guna.
Melani Pratiwi Palajukan
107.7 FM