EBS Reportase 1 Agustus 2026

Mahasiswa KKN Unhas Kenalkan Briket Bioarang Sekam Padi sebagai Energi Alternatif bagi Masyarakat Desa Lempang

Makassar, EBS FM Unhas — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program kerja individu bertajuk “Briket Bioarang” melalui sosialisasi dan pelatihan pembuatan briket bioarang berbahan sekam padi di Posyandu Cempaka, Dusun Pesse, Desa Lempang, Kecamatan Ulu Ere, Kabupaten Bantaeng, Jumat (31/7). Program ini diinisiasi oleh Amerigo Melkisedek, mahasiswa Program Studi Budidaya Perairan, sebagai upaya memanfaatkan limbah pertanian menjadi sumber energi alternatif yang bernilai ekonomis dan ramah lingkungan.

Program kerja ini dilatarbelakangi oleh melimpahnya limbah sekam padi di Desa Lempang yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui kegiatan ini, masyarakat diperkenalkan pada teknologi sederhana untuk mengolah sekam padi menjadi briket bioarang yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap kayu bakar maupun LPG, khususnya bagi pelaku usaha kecil seperti pengrajin tahu, tempe, dan penjual makanan.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan survei potensi limbah pertanian di desa untuk memastikan ketersediaan bahan baku, kemudian dilanjutkan dengan koordinasi bersama pemerintah desa dan masyarakat setempat. Pada sesi pelatihan, peserta memperoleh penjelasan mengenai manfaat briket bioarang, dilanjutkan dengan demonstrasi proses pembuatannya, mulai dari pembakaran sekam menjadi arang, penumbukan, pencampuran menggunakan perekat alami dari tepung kanji, pencetakan, hingga proses pengeringan. Mahasiswa juga melibatkan kader Posyandu Cempaka dan warga Dusun Pesse dalam praktik langsung agar keterampilan tersebut dapat diterapkan secara mandiri.

Amerigo Melkisedek, selaku penanggung jawab program, menjelaskan bahwa pemanfaatan limbah sekam padi menjadi briket merupakan solusi yang dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. “Melalui program Briket Bioarang ini, kami ingin menunjukkan bahwa limbah sekam padi memiliki potensi besar untuk diolah menjadi sumber energi alternatif yang murah, ramah lingkungan, dan bernilai ekonomi. Harapannya, masyarakat dapat memanfaatkan inovasi ini untuk memenuhi kebutuhan energi sekaligus membuka peluang usaha baru,” ujarnya.

Kepala Dusun Pesse menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program tersebut karena dinilai menjawab kebutuhan masyarakat akan bahan bakar alternatif yang lebih terjangkau. “Kami sangat mendukung pelatihan pembuatan briket ini karena langsung menjawab kebutuhan warga akan bahan bakar murah. Ini merupakan bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKN bagi masyarakat Desa Lempang,” tuturnya.

Kepala Desa Lempang berharap produksi briket bioarang dapat terus dikembangkan sebagai usaha kelompok yang mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat dalam jangka panjang.

Melalui program “Briket Bioarang”, mahasiswa KKN-T Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin berharap masyarakat Desa Lempang mampu memanfaatkan limbah sekam padi menjadi sumber energi alternatif yang berkelanjutan sekaligus produk bernilai ekonomis. Program ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) Goal 7: Affordable and Clean Energy melalui pemanfaatan energi alternatif yang ramah lingkungan, Goal 8: Decent Work and Economic Growth melalui pengembangan peluang usaha berbasis potensi lokal, serta Goal 12: Responsible Consumption and Production melalui optimalisasi pemanfaatan limbah pertanian menjadi produk yang bermanfaat.

Melani Pratiwi Palajukan

Now Playing
107.7 FM - EBS Radio
01:24
-03:10