Dorong Pertanian Berkelanjutan, Mahasiswa KKN Unhas Terapkan Lubang Resapan Biopori di Kelurahan Bonto Atu

Makassar, EBS FM Unhas — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program kerja individu berupa pembuatan Lubang Resapan Biopori (LRB) di Kelurahan Bonto Atu, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng, Minggu (26/7) dan Minggu (2/8). Program yang diinisiasi oleh Faizan Ilan Lukti, mahasiswa Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin, ini bertujuan meningkatkan daya resap air ke dalam tanah, mengurangi potensi genangan, serta mengoptimalkan pemanfaatan sampah organik menjadi kompos yang bermanfaat bagi tanaman melalui penerapan teknologi tepat guna yang mudah diterapkan masyarakat.
Pelaksanaan program dilakukan dalam dua tahap. Pada tahap pertama, Minggu (26/7), mahasiswa membuat tiga lubang resapan biopori di pekarangan SMP Negeri 2 Bissappu, lahan tanaman sereh milik salah satu petani, serta pekarangan rumah warga di Kelurahan Bonto Atu. Selanjutnya, tahap kedua dilaksanakan pada Minggu (2/8) melalui demonstrasi pembuatan lubang resapan biopori di lahan jagung milik petani.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan didampingi oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kelurahan Bonto Atu, Irsant, yang turut memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai manfaat lubang resapan biopori dalam mendukung konservasi tanah dan air. Kehadiran penyuluh diharapkan dapat memperkuat pemahaman masyarakat sehingga teknologi ini dapat diterapkan secara berkelanjutan.
Proses pembuatan lubang resapan diawali dengan penentuan titik yang sesuai, dilanjutkan dengan pengeboran tanah, pemasangan pipa PVC berlubang, serta pengisian bahan organik seperti daun kering dan sisa tanaman. Seiring waktu, bahan organik tersebut akan terurai menjadi kompos yang mampu meningkatkan infiltrasi air sekaligus menambah unsur hara di dalam tanah.
Faizan Ilan Lukti, mahasiswa Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin selaku penanggung jawab program, menjelaskan bahwa penerapan lubang resapan biopori merupakan solusi sederhana yang dapat memberikan manfaat besar bagi lingkungan maupun sektor pertanian.
Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat Kelurahan Bonto Atu mengenai pentingnya penerapan Lubang Resapan Biopori sebagai upaya mengurangi genangan, memperbaiki kesuburan tanah, dan mengelola sampah organik secara ramah lingkungan. Inovasi sederhana tersebut diharapkan dapat terus diterapkan oleh masyarakat untuk mendukung pelestarian lingkungan sekaligus mewujudkan sistem pertanian yang lebih berkelanjutan.
Melani Pratiwi Palajukan
107.7 FM