Mahasiswa KKN-T Unhas Optimalkan Potensi Singkong Desa Pattallassang melalui Pendampingan UMKM Berbasis Branding

Makassar, EBS FM Unhas — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 116 Kampung Sejahtera Kemensos Universitas Hasanuddin melaksanakan kegiatan edukasi dan pendampingan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Dusun Sangnging-Sangnging, Desa Pattallassang, Minggu (2/8). Kegiatan bertajuk “Optimalisasi Strategi Branding Produk UMKM sebagai Upaya Peningkatan Nilai Tambah Ekonomi dan Daya Saing Usaha dalam Mendukung Pembangunan Ekonomi Lokal” ini merupakan tindak lanjut pasca pelatihan yang diselenggarakan oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia. Program tersebut bertujuan memperkuat kapasitas KPM dalam mengembangkan usaha melalui peningkatan pengetahuan mengenai strategi pemasaran, pengelolaan produksi, dan penguatan identitas produk.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai strategi branding produk UMKM yang menekankan pentingnya membangun identitas merek, meningkatkan nilai tambah produk, serta memanfaatkan kemasan dan media promosi untuk memperluas daya saing usaha. Peserta diberikan pemahaman bahwa branding menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kepercayaan konsumen sekaligus meningkatkan nilai jual produk.
Selanjutnya, peserta memperoleh edukasi mengenai optimalisasi produksi keripik singkong melalui forecasting penjualan menggunakan metode Moving Average. Materi ini memperkenalkan teknik sederhana untuk memperkirakan permintaan pasar berdasarkan data penjualan sebelumnya sehingga pelaku UMKM dapat merencanakan jumlah produksi secara lebih efektif, mengurangi risiko kelebihan maupun kekurangan stok, serta meningkatkan efisiensi usaha.
Sebagai bentuk implementasi materi, mahasiswa KKN-T mendampingi peserta dalam praktik pembuatan keripik singkong, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, hingga teknik pengemasan yang baik. Singkong dipilih sebagai produk utama karena merupakan salah satu komoditas unggulan Desa Pattallassang yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah.
Selain itu, mahasiswa juga memberikan pendampingan dalam pengembangan identitas merek melalui desain label dan kemasan produk keripik singkong. Upaya ini bertujuan menciptakan identitas visual yang lebih menarik, meningkatkan profesionalisme produk, memperkuat kepercayaan konsumen, serta memperluas peluang pemasaran produk UMKM.
“Kami berharap pendampingan ini dapat membantu KPM melihat bahwa pengembangan usaha tidak hanya bergantung pada kualitas produk, tetapi juga pada strategi branding, perencanaan produksi, dan identitas produk yang kuat. Dengan memanfaatkan potensi singkong sebagai komoditas lokal, kami berharap masyarakat dapat meningkatkan nilai tambah produk, memperluas pasar, dan membangun usaha yang lebih berkelanjutan,” ujar Attriana Cindy Florensius.
Antusiasme peserta terlihat selama sesi diskusi dan tanya jawab mengenai berbagai tantangan dalam pengembangan usaha mikro. Pendampingan ini diharapkan menjadi bekal bagi KPM untuk mengembangkan usaha secara lebih mandiri dengan memanfaatkan potensi lokal yang dimiliki desa.
Kolaborasi antara Universitas Hasanuddin, Kementerian Sosial Republik Indonesia, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan mampu melahirkan UMKM yang lebih kompetitif dan berdaya saing. Program ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Goal 1: No Poverty, Goal 8: Decent Work and Economic Growth, Goal 9: Industry, Innovation and Infrastructure, dan Goal 12: Responsible Consumption and Production melalui penguatan kapasitas UMKM, peningkatan nilai tambah produk lokal, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Melani Pratiwi Palajukan
107.7 FM