Ubah Sisa Sayuran Jadi Pupuk, Mahasiswa KKN Unhas Kenalkan POC Ramah Lingkungan kepada Warga

Makassar, EBS FM Unhas — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas), Ainun Jelita Pratiwi, melaksanakan program kerja individu berupa pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari limbah rumah tangga di Desa Bonto-Bontoa, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, Jumat (31/7). Kegiatan bertema pertanian dan teknologi tepat guna ini bertujuan memberikan pengetahuan serta keterampilan kepada masyarakat dalam memanfaatkan limbah organik rumah tangga, khususnya sisa sayuran dan kulit buah, menjadi pupuk yang bermanfaat untuk mendukung kegiatan pertanian.
Program ini dilatarbelakangi oleh masih banyaknya limbah organik rumah tangga yang belum dimanfaatkan secara optimal. Sisa sayuran dan kulit buah yang umumnya dibuang masih mengandung bahan organik yang dapat diolah melalui proses fermentasi menjadi pupuk organik cair. Selain membantu mengurangi volume sampah organik, teknologi sederhana ini juga menghasilkan pupuk yang bernilai guna bagi tanaman dengan memanfaatkan bahan-bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar sehingga dapat diterapkan secara mandiri oleh masyarakat.
Pelaksanaan kegiatan diikuti oleh kelompok tani, ibu rumah tangga, bapak-bapak, serta kader posyandu di Desa Bonto-Bontoa. Kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai manfaat POC, bahan-bahan yang dapat digunakan, proses fermentasi, hingga cara pemanfaatannya pada tanaman. Selanjutnya, peserta mengikuti demonstrasi pembuatan POC secara langsung mulai dari pencacahan sisa sayuran dan kulit buah, pencampuran bahan ke dalam wadah fermentasi, hingga proses penyimpanan untuk menghasilkan pupuk organik cair.
Dalam pelaksanaannya, peserta tidak hanya memperoleh penjelasan teoritis, tetapi juga terlibat langsung pada setiap tahapan pembuatan POC. Pendekatan praktik tersebut memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memahami proses pengolahan limbah organik secara lebih mudah sehingga diharapkan mampu menerapkannya secara mandiri di lingkungan masing-masing.
“Pupuk organik cair dari limbah rumah tangga ini sangat bagus karena lebih murah, dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia serta memanfaatkan limbah rumah tangga seperti sisa sayuran dan kulit buah yang biasanya dibuang,” ujar Ainun Jelita Pratiwi, penanggung jawab program.
Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka selama mengikuti praktik dan sesi diskusi mengenai pemanfaatan limbah organik untuk kebutuhan pertanian. Masyarakat juga menunjukkan ketertarikan terhadap teknologi yang diperkenalkan karena dinilai sederhana, ekonomis, dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat Desa Bonto-Bontoa untuk menerapkan pengelolaan limbah rumah tangga yang lebih bijak melalui pemanfaatan sisa sayuran dan kulit buah menjadi pupuk organik cair. Selain mendukung pertanian yang lebih ramah lingkungan, program ini juga menjadi wujud kontribusi mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin dalam memperkenalkan teknologi tepat guna yang sederhana, murah, dan berkelanjutan bagi masyarakat. Program ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 2 (Zero Hunger), Tujuan 12 (Responsible Consumption and Production), dan Tujuan 15 (Life on Land) melalui pengelolaan limbah organik serta penerapan pertanian yang berkelanjutan.
Melani Pratiwi Palajukan
107.7 FM