Mahasiswa KKN-T 116 Unhas Bekali KPM Pencatatan Keuangan Sederhana melalui Buku Saku Keuangan

Makassar, EBS FM Unhas — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 116 Kampung Sejahtera Kementerian Sosial Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program kerja “Edukasi dan Pelatihan Pencatatan Keuangan Sederhana bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) melalui Buku Saku Keuangan” di Dusun Sangnging-Sangnging, Desa Pattallassang, Selasa (5/8). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan KPM dalam mengelola keuangan usaha melalui pencatatan yang sederhana, sistematis, dan mudah diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.
Kegiatan ini diawali dengan edukasi mengenai pentingnya pencatatan keuangan sebagai bagian dari pengelolaan usaha yang sehat. Mahasiswa KKN-T menjelaskan bahwa pencatatan keuangan tidak hanya digunakan untuk mengetahui jumlah pemasukan dan pengeluaran, tetapi juga membantu pelaku UMKM memantau perkembangan usaha, menyusun perencanaan keuangan, serta mengambil keputusan berdasarkan kondisi keuangan yang tercatat.
Sebagai bentuk implementasi materi, peserta diperkenalkan dengan Buku Saku Keuangan, yaitu media pencatatan sederhana yang dirancang agar mudah digunakan oleh pelaku usaha. Dalam pelatihan tersebut, peserta mempraktikkan cara mencatat transaksi harian, mengelompokkan pemasukan dan pengeluaran, hingga menghitung keuntungan usaha secara sederhana. Pendampingan dilakukan secara langsung dengan menyesuaikan praktik pencatatan terhadap kondisi usaha masing-masing peserta.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Peserta turut menyampaikan berbagai kendala yang selama ini dihadapi dalam mengelola keuangan usaha. Antusiasme tersebut menunjukkan adanya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencatatan keuangan dalam meningkatkan profesionalisme dan menjaga keberlanjutan usaha.
Sri Ramadhani, mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Hasanuddin, menyampaikan bahwa kebiasaan mencatat keuangan menjadi salah satu fondasi dalam pengelolaan usaha. “Pencatatan keuangan yang sederhana dan dilakukan secara konsisten akan membantu pelaku UMKM mengetahui kondisi usahanya secara nyata. Melalui Buku Saku Keuangan, kami berharap masyarakat dapat membangun kebiasaan mencatat setiap transaksi sehingga lebih mudah mengelola keuangan, mengevaluasi perkembangan usaha, dan merencanakan langkah pengembangan usaha di masa mendatang,” ujarnya.
Melalui program kerja ini, KKN-T Gelombang 116 Kampung Sejahtera Kemensos Universitas Hasanuddin berharap KPM mampu menerapkan pencatatan keuangan sederhana secara mandiri. Penerapan tersebut diharapkan dapat membuat pengelolaan usaha menjadi lebih tertata, transparan, dan akuntabel, sekaligus menjadi dasar bagi masyarakat dalam merencanakan pengembangan usaha secara berkelanjutan.
Melani Pratiwi Palajukan
107.7 FM