Mahasiswa KKN Unhas Edukasi AI dan Branding Berbasis Budaya bagi UMKM Majjelling

Makassar, EBS FM Unhas — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik UMKM Universitas Hasanuddin Gelombang 116 melaksanakan program pendampingan dan edukasi bertajuk “AI-Powered Cultural UMKM: Akselerasi Produktivitas, Efisiensi Operasional, dan Penguatan Digital Branding Usaha Lokal Berbasis Budaya melalui Teknologi Tepat Guna Kecerdasan Buatan”. Rangkaian kegiatan tersebut berlangsung pada 29 Juli hingga 10 Agustus 2026.
Kegiatan ini dilaksanakan untuk menjawab kondisi Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kelurahan Majjelling yang masih menghadapi berbagai tantangan dalam mengembangkan usaha. Sebagian pelaku usaha lokal belum memahami pentingnya digital branding dan masih mengalami kendala dalam pemasaran akibat keterbatasan kemampuan serta sumber daya operasional.
Program kerja ini digagas oleh Eghi Algipari, mahasiswa KKN Tematik UMKM Universitas Hasanuddin, dengan fokus memberikan edukasi mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) secara etis, bijak, dan aman. Teknologi AI diperkenalkan sebagai alat bantu yang dapat dimanfaatkan pelaku UMKM untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi operasional, serta memperkuat strategi pemasaran dan digital branding.
Dalam pelaksanaannya, program ini juga mengedepankan pendekatan berbasis budaya lokal. Strategi branding yang diperkenalkan mendorong pelaku UMKM untuk mengangkat kearifan lokal sebagai identitas dan ciri khas produk. Nilai-nilai tradisi, keunikan daerah, serta cerita lokal dapat diintegrasikan ke dalam kemasan dan materi promosi digital untuk memberikan nilai tambah serta memperkuat daya tarik produk di mata konsumen.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi edukatif pada 29 Juli 2026. Dalam kegiatan tersebut, Eghi memaparkan panduan praktis melalui Buku Saku “AI UNTUK UMKM” yang dirancang sebagai media pendampingan bagi pelaku usaha. Buku saku tersebut memuat panduan pemanfaatan AI untuk merancang narasi branding berbasis budaya lokal, menyusun naskah promosi, serta memahami prinsip etika dalam penggunaan teknologi.
Materi dalam buku saku mencakup pengenalan AI sebagai asisten digital, prinsip etika dan perlindungan data pribadi konsumen, pemanfaatan AI untuk riset pasar dan pembuatan konten, hingga panduan menyusun prompt secara efektif menggunakan rumus RICE, yaitu Role, Instruction, Context, dan Expected Output. Panduan tersebut juga dilengkapi dengan 15 contoh prompt yang dapat digunakan oleh pelaku UMKM sesuai dengan kebutuhan usahanya.
Dalam pemaparannya, Eghi menekankan bahwa teknologi AI tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran manusia, melainkan sebagai alat bantu untuk mendukung kreativitas dan produktivitas pelaku usaha.
“AI bukan pengganti pelaku UMKM. AI adalah alat bantu luar biasa yang membantu Anda mencari ide, membuat konten, meningkatkan produktivitas, memperkuat pemasaran, dan merapikan pengelolaan usaha,” ujarnya.
Untuk memastikan materi dapat dipahami dan diterapkan secara langsung, kegiatan dilanjutkan dengan pendampingan door to door kepada para pelaku UMKM di Kelurahan Majjelling. Pendekatan ini dilakukan dengan memberikan pelatihan praktis penggunaan aplikasi AI melalui telepon pintar milik masing-masing pelaku usaha.
Selama proses pendampingan, pelaku UMKM diajarkan menyusun kalimat promosi produk lokal, merancang draf balasan pesan pelanggan yang ramah, serta mengeksplorasi ide inovasi kemasan yang tetap mengangkat identitas budaya lokal. Pemanfaatan AI diharapkan dapat membantu pelaku usaha menjalankan sejumlah aktivitas tersebut secara lebih efektif tanpa mengabaikan peran kreativitas dan penilaian manusia.Selain memberikan pelatihan teknis, mahasiswa juga menekankan pentingnya penggunaan teknologi secara etis dan bertanggung jawab.
Pelaku UMKM diberikan pemahaman mengenai risiko informasi keliru atau hallucination pada AI, pentingnya tidak memasukkan data pribadi maupun informasi rahasia pelanggan ke dalam platform AI, serta perlunya melakukan pemeriksaan ulang atau human check terhadap setiap hasil yang dihasilkan sebelum digunakan atau dipublikasikan.
Sebagai penutup rangkaian program, setiap pelaku UMKM yang mengikuti pendampingan menerima cetakan fisik Buku Saku “AI UNTUK UMKM” sebagai panduan yang dapat digunakan secara mandiri setelah program KKN berakhir.Melalui program edukasi dan pendampingan ini, pelaku UMKM di Kelurahan Majjelling diharapkan dapat memanfaatkan teknologi AI untuk membantu mengatasi keterbatasan operasional, meningkatkan kemampuan dalam membangun branding produk berbasis budaya lokal, serta menjadi pengguna teknologi yang cerdas, etis, dan bertanggung jawab.
Nabila Fatimah Azzahra
107.7 FM