Student Center 21 Agustus 2026

Diplomat Belanda Bahas Penguatan Kemitraan Indonesia-Belanda dan Uni Eropa di Tengah Dinamika Global

Makassar, EBS FM Unhas — Wakil Kepala Perwakilan Diplomatik Kedutaan Besar Kerajaan Belanda di Jakarta, Adriaan Palm, menyoroti pentingnya membangun kemitraan yang stabil, dapat diandalkan, dan terprediksi di tengah dinamika global yang semakin kompleks. Hal tersebut disampaikan dalam kuliah umum bertajuk “Indonesia, the Netherlands and the EU: Stable, Reliable and Predictable Partnerships in Turulent Times” yang digelar di Arsjad Rasjid Lecture Theatre, Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, Rabu (19/8).

Dalam pemaparannya, Adriaan Palm mengatakan berbagai tantangan global, mulai dari konflik hingga meningkatnya ketegangan geopolitik, membuat kerja sama antarnegara semakin dibutuhkan. Menurutnya, tidak ada satu negara yang mampu menyelesaikan berbagai persoalan global secara mandiri sehingga diperlukan kemitraan yang mampu menghadirkan solusi bersama.

Ia juga menekankan kepercayaan sebagai salah satu fondasi utama dalam hubungan diplomatik. Kepercayaan dinilai memungkinkan negara-negara dengan kepentingan yang berbeda untuk tetap membangun komunikasi, memahami perspektif satu sama lain, serta mencari titik temu dalam menghadapi berbagai persoalan. “Trust is essential in the international environment,” ujar Adrian Palm.

Selain dinamika geopolitik, Adriaan turut menyoroti perubahan praktik diplomasi di era digital. Meningkatnya peran media sosial serta semakin beragamnya pemangku kepentingan membuat pemerintah dan diplomat dituntut untuk merespons berbagai persoalan secara lebih cepat dan adaptif.

Dalam konteks hubungan Indonesia, Belanda, dan Uni Eropa, Adriaan mendorong agar kemitraan tidak hanya berfokus pada bidang ekonomi. Kerja sama juga perlu diperluas melalui sektor pendidikan, pertukaran budaya, serta mobilitas masyarakat guna memperkuat hubungan antarmasyarakat dan menciptakan kemitraan yang lebih berkelanjutan.

Ia turut menekankan pentingnya menjaga sistem internasional yang berbasis aturan. Menurutnya, keberadaan aturan dan kesepakatan internasional perlu disertai komitmen untuk memastikan aturan tersebut dapat diterapkan secara nyata dalam hubungan antarnegara.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan dapat memahami bahwa kemitraan internasional yang kuat membutuhkan kepercayaan, kerja sama, serta komitmen terhadap aturan sebagai fondasi dalam membangun hubungan antarnegara yang stabil dan berkelanjutan.

Azzahra Tri Maretha Asgar

Now Playing
107.7 FM - EBS Radio
01:24
-03:10