Global Leaders Insight Unhas Bahas Dampak Konflik Timur Tengah terhadap Ekonomi Global

Makassar, EBS FM Unhas – Fakultas Ilmu Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar kuliah umum bertajuk Global Leaders Insight: Dinamika Konflik Timur Tengah, Palestina, dan Ekonomi Global di Arsjad Rasjid Lecture Theater Unhas, Kamis (24/9). Kuliah umum ini membahas keterkaitan dinamika geopolitik, konflik di Timur Tengah, serta dampaknya terhadap politik, dan perekonomian global.
Kuliah umum ini menghadirkan sejumlah pakar dan akademisi, yakni YB Datuk Seri Haji Mohamad bin Sabu, Menteri Pertanian dan Keterjaminan Makanan Malaysia; Prof. Abdul Hamid Paddu, Guru Besar Bidang Ilmu Ekonomi Keuangan Negara dan Ekonomi Publik FEB Unhas; serta Dr. Agussalim Burhanuddin, Pakar Bidang Kebijakan Politik Luar Negeri FISIP Unhas. Forum tersebut merupakan ruang bagi mahasiswa untuk melihat isu global dari perspektif ekonomi sekaligus politik luar negeri.
Rektor Unhas, Prof. Jamaluddin Jompa, menekankan pentingnya mahasiswa tidak hanya menguasai ilmu ekonomi, tetapi juga memahami isu geopolitik. Menurutnya, pemahaman tersebut diperlukan untuk membentuk calon pemimpin yang mampu membaca dinamika global secara kritis dan analitis. “Walaupun fokus sekarang adalah pertahanan pangan, pertahanan energi, dan juga tentu ke depan masalah stabilitas kawasan, tapi hari ini lebih pada bagaimana global leaders itu disiapkan untuk bisa menjadi human capital yang secara jangka panjang ini sangat penting,” ujarnya.
Dekan FEB Unhas, Prof. Mursalim Nohong, mengaitkan perkembangan geopolitik dengan dampaknya terhadap kondisi ekonomi. Konflik di Timur Tengah, menurutnya, dapat mempengaruhi harga minyak dunia hingga memberikan tekanan terhadap inflasi di sejumlah negara, termasuk Indonesia. “Kami melihat bahwa sekarang ini persoalan yang lagi mengemuka itu adalah adanya beberapa peristiwa-peristiwa yang terjadi di dunia yang kemudian berdampak terhadap persoalan ekonomi,” ujarnya. Ia melanjutkan, “Kita lihat misalnya seperti krisis Timur Tengah, itu ternyata signifikansinya jauh ketika dia dihubungkan dengan persoalan ekonomi.”
Sementara itu, Prof. Abdul Hamid turut mengungkapkan bahwa sikap bangsa Indonesia terhadap isu Palestina dan Israel tidak lagi terbatas pada gerakan solidaritas semata. Prof. Mursalim turut menekankan bahwa pembahasan mengenai konflik dan tragedi militer perlu melihat dampaknya terhadap manusia, bukan hanya melalui indikator ekonomi seperti pertumbuhan, neraca, maupun indeks. Menurutnya, di balik angka-angka tersebut terdapat manusia yang terdampak, termasuk anak-anak yang kehilangan akses pendidikan, keluarga yang kehilangan rumah, serta bangsa yang masih memperjuangkan haknya.
Melalui Global Leaders Insight, FEB Unhas berupaya mempertemukan perspektif geopolitik dan ekonomi sekaligus memperluas wawasan mahasiswa mengenai tantangan global. Prof. Mursalim menyampaikan komitmen FEB Unhas untuk melahirkan ekonom, manajer, dan pemimpin yang berpegang pada nilai keunggulan, karakter, dan kemanusiaan.
Melani Pratiwi Palajukan
107.7 FM