Unhas Gelar Simposium Nasional Bahas Optimalisasi Peran ICM dalam Hilirisasi Mineral Kritis
Makassar, EBS FM Unhas — Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar Simposium Nasional Optimalisasi Peran Institute for Critical Mineral Universitas Hasanuddin (ICM-Unhas) di Ruang Senat Lantai 2 Gedung Rektorat Unhas, Senin (12/10). Simposium ini bertujuan memperkuat sinergi dan kolaborasi antarperguruan tinggi serta pemangku kepentingan dalam mendukung hilirisasi mineral kritis di Indonesia.
Simposium tersebut menghadirkan empat pemateri dari unsur pemerintah, industri, dan lembaga riset. Pembahasan dibagi ke dalam tiga sesi yang mencakup sektor regulator dan pemerintah, industri, serta The University of Queensland.
Anggota Dewan Energi Nasional Republik Indonesia, Dr. Ir. Surono, DEA., IPU, membawakan materi bertajuk “Pemanfaatan Mineral Kritis dalam Rangka Mendukung Ketahanan Energi”. Ia membahas kebijakan energi nasional, tantangan yang dihadapi saat ini, Asta Cita pemerintah di bidang energi, serta potensi logam tanah jarang (LTJ) di Indonesia.
Pemateri berikutnya, Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Kelembagaan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Prof. Dr. Tirta Nugraha Mursitama, Ph.D., menyampaikan materi mengenai tata kelola mineral kritis Indonesia dan implementasi kebijakan hilirisasi. Pembahasannya mencakup klasifikasi dan signifikansi mineral kritis serta mineral strategis, risiko pasokan, dasar hukum hilirisasi mineral, dan pembagian peran antara pemerintah dan industri.
Dari sektor industri, Senior Advisor Badan Industri Mineral, Yusril Ahmad, membawakan materi “Preparing the Rare Earth Value Chain”. Materi tersebut membahas pengembangan rantai nilai logam tanah jarang, mulai dari pemanfaatan produk samping hingga produksi magnet, dukungan kebijakan bagi lima ekosistem utama, serta prioritas tindak lanjut pengembangannya.
Sementara itu, Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Teknologi Pertambangan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Widi Astuti, S.T., M.T., membahas optimalisasi peran ICM-Unhas. Materinya mencakup perkembangan riset LTJ, teknologi ekstraksi dan pemurnian, peta jalan pengembangan teknologi, serta pembelajaran dari praktik internasional.
Melalui simposium ini, Unhas mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah, industri, perguruan tinggi, dan lembaga riset dalam pengembangan mineral kritis. Sinergi tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan teknologi, penguatan rantai nilai, dan pelaksanaan hilirisasi mineral kritis di Indonesia.
Fadiah Nadhilah Irhad
107.7 FM