Student Center 21 Oktober 2026

Unhas Hadirkan Duta Besar Inggris, Bahas Kolaborasi Ekonomi Hijau

IMG_3744-1024x576 Unhas Hadirkan Duta Besar Inggris, Bahas Kolaborasi Ekonomi Hijau
sumber: dokumentasipribadiebsfmunhas

Makassar, EBS FM Unhas — Universitas Hasanuddin (Unhas) menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “Green Economy and Low Carbon Growth: The UK and Indonesia’s Shared Agenda for the Future” dengan menghadirkan Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey, di Ruang Senat Lantai 2 Gedung Rektorat Unhas, Senin (19/10). Kuliah umum ini membahas kolaborasi Indonesia dan Inggris dalam mendorong ekonomi hijau, pembangunan rendah karbon, serta perlindungan lingkungan di tengah tantangan perubahan iklim.

Dalam pemaparannya, Dominic menekankan pentingnya pendidikan, penelitian, dan inovasi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menghasilkan pengetahuan dan solusi untuk menjawab tantangan lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Unhas memiliki keahlian yang sangat luas, mulai dari pertanian, peternakan, kebutuhan pelautan dan teknik hingga ekonomi, pendidikan publik, kesehatan, dan ilmu sosial. Semua bidang ini sangat relevan ketika kita membicarakan bagaimana ekonomi dapat terus tumbuh dan menciptakan peluang bagi masyarakat sekaligus menjaga lingkungan,” ujarnya.

Dominic juga menyoroti pengelolaan sampah organik terpadu dan ekonomi sirkular di Unhas sebagai upaya mengatasi persoalan lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi. Ia menegaskan bahwa dampak perubahan iklim terhadap keamanan dan ketahanan ekonomi membutuhkan kolaborasi lintas sektor.

Selain itu, Dominic menekankan pentingnya kerja sama Indonesia dan Inggris dalam menjaga keanekaragaman hayati serta mendorong pembangunan rendah karbon. Menurutnya, kolaborasi kedua negara dapat mendukung pengembangan gagasan dan inovasi dari perguruan tinggi agar menghasilkan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Ia turut mengajak mahasiswa untuk berkontribusi dalam menghadapi perubahan iklim sesuai dengan bidang ilmu yang dipelajari. Kontribusi tersebut dapat dimulai dari gagasan dan tindakan sederhana yang dikembangkan secara konsisten hingga menghasilkan dampak yang lebih luas.

“Harapan saya adalah kemitraan antara kedua negara dapat membantu mengubah gagasan-gagasan yang lahir di Unhas menjadi tindakan nyata,” pungkasnya.

Fadiah Nadhilah Irhad

Now Playing
107.7 FM - EBS Radio
01:24
-03:10