Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Unhas Survei Kepuasan Publik di Indonesia Timur 51,02%

Makassar, EBS FM Unhas — Pusat Penelitian Opini Publik, Demokrasi dan Pembangunan, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar Diskusi Hasil Survei Suara Indonesia Timur: Dua Tahun Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto di Unhas Hotel and Convention, Rabu (21/10). Diskusi ini membahas tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah pusat serta kepercayaan publik terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto di kawasan Indonesia Timur.
Kepala Pusat Penelitian Opini Publik, Demokrasi dan Pembangunan LPPM Unhas, Prof. Imam Mujahidin Fahmid, menyampaikan bahwa hasil survei menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah pusat di Indonesia Timur mencapai 51,02%. Sementara itu, kepercayaan masyarakat terhadap kemampuan Presiden Prabowo dalam menyelesaikan berbagai persoalan mendekati 60%.
“Kepuasan terhadap pemerintahan Prabowo 51,02%. Tapi, kepercayaan terhadap Pak Prabowo bisa menyelesaikan masalah itu hampir 60 persen. Angka 51,02 persen itu adalah angka yang kritis menurut saya. Kepercayaan itu harus diperbaiki terus agar paling tidak di atas 60%”, ujar Prof. Imam.
Menurutnya, pemerintah masih memiliki waktu untuk mendengarkan aspirasi masyarakat dan memperbaiki kinerja guna meningkatkan kepercayaan publik. Ia menilai kepercayaan terhadap Presiden Prabowo menjadi isu fundamental yang perlu diperhatikan. Kepercayaan tersebut juga menjadi modal penting yang perlu dijaga melalui peningkatan kinerja dan komunikasi program pemerintah.
Hasil survei turut menunjukkan masih terbatasnya sosialisasi sejumlah program unggulan pemerintah. Sebanyak 71,50% responden mengaku belum pernah mendengar sosialisasi mengenai program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Sementara itu, terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG), sebanyak 37,70% rumah tangga memiliki anggota yang telah menerima program tersebut, sedangkan 62,30% lainnya menyatakan belum pernah menerimanya.
“Sosialisasi program unggulan pemerintah masih sangat terbatas, terutama di Indonesia Timur. 71,50% belum pernah mendengar sosialisasi mengenai KDMP. Ini menandakan bahwa program belum menyentuh akar rumput”, ungkapnya.
Adapun komposisi responden dalam survei ini relatif berimbang, dengan persentase perempuan sebesar 51,20% dan laki-laki sebesar 48,80%. Selisih sebesar 2,40 poin persentase menunjukkan proporsi kedua kelompok yang hampir setara dalam keseluruhan sampel.
Temuan survei tersebut menjadi masukan bagi pemerintah untuk memperkuat sosialisasi, memperluas kanal komunikasi, serta meningkatkan distribusi program agar manfaatnya dapat dirasakan secara lebih merata oleh masyarakat, khususnya di kawasan Indonesia Timur.
Syahrul Ramadhan
107.7 FM