AKARANA 2026, Saat Tradisi dan Modernisasi Bertemu di Panggung Teater

Makassar, EBS FM Unhas — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater Kampus Universitas Hasanuddin (Unhas) menutup rangkaian program kerja tahunannya melalui Produksi Karya AKARANA 2026 di Baruga Andi Pangerang Pettarani, Unhas, Minggu (11/10). Mengusung tema “Harmonisasi Modernisasi dan Tradisi”, pementasan ini menghadirkan perpaduan seni tradisional dan teater kontemporer sebagai ruang ekspresi budaya sekaligus refleksi terhadap persoalan sosial.
Mengusung nama AKARANA, yang merepresentasikan akar sebagai simbol fondasi, identitas, dan nilai luhur budaya, pementasan ini berupaya mempertemukan warisan tradisi dengan dinamika zaman. Perpaduan tersebut menjadi gagasan utama yang diterjemahkan melalui rangkaian pertunjukan artistik, dengan tetap menempatkan identitas kebudayaan lokal sebagai bagian penting dari perkembangan seni kontemporer.
Rangkaian pertunjukan dibuka dengan Tari Paduppa sebagai tarian penyambutan dan bentuk penghormatan kepada para tamu undangan. Suasana kemudian beralih ke pementasan teater “Gendam Barzah” yang mengangkat kisah tentang ketulusan cinta, penerimaan, dan pengorbanan. Pertunjukan ini menggambarkan bagaimana kasih sayang dapat berujung pada tragedi ketika manusia berusaha melawan takdir melalui pilihan yang keliru.
Pementasan berlanjut dengan “Kota Palsu” yang menghadirkan kritik sosial terhadap berbagai persoalan kehidupan masyarakat. Melalui cerita yang disajikan, pertunjukan ini menyoroti dinamika birokrasi, penggusuran, lingkaran kemiskinan, serta penyalahgunaan kekuasaan yang berpotensi mengabaikan suara masyarakat kecil. Kehadiran kedua karya teater tersebut memperlihatkan bagaimana panggung tidak hanya menjadi ruang hiburan, tetapi juga medium untuk menyampaikan gagasan dan menggugah kesadaran penonton terhadap realitas sosial.
Pimpinan Produksi AKARANA 2026, Khalyfa Amran, menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, penonton, pihak universitas, dan media yang telah mendukung proses produksi hingga pementasan terlaksana. “Perjalanan panjang proses kreatif ini akhirnya berbuah manis di atas panggung. Terima kasih kepada seluruh penonton, pihak universitas, serta rekan-rekan media partisipan yang telah membersamai langkah kami. Semoga pesan tentang bagaimana tradisi dan modernisasi dapat berjalan seirama ini bisa terus hidup di benak penonton,” ungkapnya.
Keberhasilan penyelenggaraan AKARANA 2026 turut didukung kolaborasi berbagai pihak, termasuk EBS FM Unhas sebagai media partisipan yang membantu memperluas jangkauan informasi mengenai pementasan. Melalui perpaduan tari tradisional, kisah kemanusiaan, dan kritik sosial, UKM Teater Kampus Unhas berharap semangat berkesenian dan pelestarian budaya dapat terus berkembang serta menginspirasi generasi berikutnya.
Melani Pratiwi Palajukan
107.7 FM