Bangun Kesadaran Jaga Ekosistem Pesisir, Mahasiswa KKN Unhas Gelar Edukasi Pengelolaan Sampah di SD Negeri 41 Rappoa

Makassar, EBS FM Unhas — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Pemberdayaan Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program kerja individu bertajuk “Pesisir Tanpa Sampah: Sosialisasi dan Edukasi Mengenai Jenis-Jenis Sampah” di SD Negeri 41 Rappoa, Desa Rappoa, Kecamatan Pajukukang, Kabupaten Bantaeng, Kamis (30/7). Program yang diinisiasi oleh Anniza Fitri Lailatul Shaleha, mahasiswi Program Studi Ilmu Kelautan Universitas Hasanuddin, ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan kepedulian siswa terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di kawasan pesisir, sejak usia dini.
Program kerja ini dilatarbelakangi oleh pentingnya menanamkan budaya peduli lingkungan kepada anak-anak yang tinggal di wilayah pesisir. Sebagai desa yang sebagian besar masyarakatnya menggantungkan mata pencaharian pada sektor kelautan, Desa Rappoa memerlukan upaya edukasi mengenai pengelolaan sampah agar kebersihan lingkungan tetap terjaga sekaligus melindungi ekosistem pesisir dan laut dari pencemaran.
Kegiatan diawali dengan sesi ice breaking untuk membangun suasana belajar yang menyenangkan. Selanjutnya, peserta memperoleh materi mengenai pengertian sampah, jenis-jenis sampah organik dan anorganik, serta penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle) dalam kehidupan sehari-hari. Siswa juga diberikan pemahaman mengenai bagaimana sampah yang dibuang sembarangan di daratan dapat terbawa ke sungai hingga bermuara ke laut dan berdampak negatif terhadap berbagai biota laut, seperti penyu, ikan, terumbu karang, dan rumput laut. Materi disampaikan menggunakan media presentasi interaktif yang disesuaikan dengan karakteristik siswa sekolah dasar.
Untuk meningkatkan partisipasi peserta, kegiatan dikemas melalui berbagai permainan edukatif, seperti tebak jenis sampah, kuis benar atau salah, serta sesi tanya jawab. Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan dengan aktif menjawab pertanyaan dan berpartisipasi dalam setiap sesi pembelajaran.
Sebagai bentuk dukungan terhadap penerapan materi, mahasiswa KKN-T turut menyerahkan tempat sampah kepada pihak sekolah serta memasang papan informasi mengenai lama waktu penguraian berbagai jenis sampah. Fasilitas tersebut diharapkan menjadi media edukasi yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan sekaligus mendorong terbentuknya kebiasaan membuang dan memilah sampah dengan benar di lingkungan sekolah.
“Melalui program Pesisir Tanpa Sampah, saya berharap siswa memahami bahwa menjaga laut dapat di mulai dari kebiasaan sederhana, seperti membuang sampah pada tempatnya dan memilah sampah sesuai jenisnya. Dengan menanamkan kebiasaan tersebut sejak dini, diharapkan mereka dapat menjadi generasi yang peduli terhadap kelestarian lingkungan dan ekosistem pesisir, Kalau bukan kita siapa lagi, Kalau bukan sekarang kapan lagi. Pesisir tanpa sampah Laut bersih, Hidup sehat,” ujar Anniza Fitri Lailatul Shaleha, mahasiswi Program Studi Ilmu Kelautan Universitas Hasanuddin.
Kehadiran program “Pesisir Tanpa Sampah” diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun budaya peduli lingkungan di kalangan siswa sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan kawasan pesisir. Program ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Goal 4: Quality Education, Goal 12: Responsible Consumption and Production, Goal 14: Life Below Water, dan Goal 15: Life on Land melalui edukasi lingkungan yang berkelanjutan dan mendorong perubahan perilaku sejak usia dini.
Melani Pratiwi Palajukan
107.7 FM