EBS Reportase 13 Agustus 2026

 ECO-SPACE KALOSI, Mahasiswa KKN Unhas Hadirkan Sarana Pemilahan Sampah di Pusat Kegiatan BUMDes

Makassar, EBS FM Unhas — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Perubahan Iklim Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 116 Desa Kalosi, Kecamatan Dua Pitue, Kabupaten Sidenreng Rappang, melaksanakan program kerja kelompok bertajuk “ECO-SPACE KALOSI: Gerakan Pengadaan Sarana Pemilahan Sampah Terpadu di Pusat Kegiatan BUMDes Guna Menumbuhkan Disiplin Lingkungan Masyarakat” pada Rabu (12/8). Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa dalam mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih, tertata, dan berkelanjutan di Desa Kalosi.

Program ini dilaksanakan dengan melibatkan mahasiswa KKN-T, pengelola BUMDes Kalosi, serta masyarakat Desa Kalosi. Pusat kegiatan BUMDes dipilih sebagai lokasi pelaksanaan karena menjadi salah satu ruang aktivitas masyarakat yang berpotensi menjadi titik awal penerapan kebiasaan pengelolaan sampah secara lebih tertib dan teratur.

Pelaksanaan ECO-SPACE KALOSI dilatarbelakangi oleh masih perlunya peningkatan kesadaran dan kedisiplinan masyarakat dalam melakukan pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Sampah organik dan anorganik yang tidak dipisahkan dapat menyulitkan proses pengelolaan serta meningkatkan potensi pencemaran lingkungan. Oleh karena itu, pengadaan sarana pemilahan sampah diharapkan dapat menjadi fasilitas sekaligus media edukasi bagi masyarakat untuk membiasakan diri membuang sampah sesuai dengan jenisnya.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN melakukan pengadaan dan penempatan sarana pemilahan sampah terpadu di area pusat kegiatan BUMDes Kalosi. Sarana tersebut dirancang agar masyarakat dapat lebih mudah mengenali serta memisahkan sampah berdasarkan kategorinya. Selain menyediakan fasilitas, mahasiswa juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya pemilahan sampah dan mengajak masyarakat untuk memanfaatkan serta menjaga sarana tersebut secara berkelanjutan.

Melalui program ini, mahasiswa KKN-T Unhas tidak hanya berupaya menghadirkan fasilitas fisik, tetapi juga mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah. Kebiasaan sederhana seperti memilah sampah sebelum dibuang diharapkan dapat diterapkan secara konsisten sehingga pusat kegiatan BUMDes Kalosi dapat menjadi salah satu lingkungan percontohan dalam penerapan pengelolaan sampah yang lebih tertib dan bertanggung jawab.

Keberadaan sarana pemilahan sampah juga diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat setelah masa pelaksanaan KKN berakhir. Pengelola BUMDes dan masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga, menggunakan, serta mengoptimalkan fasilitas yang telah disediakan agar program tidak berhenti pada pengadaan sarana semata.

Melalui ECO-SPACE KALOSI, KKN-T Perubahan Iklim Gelombang 116 Unhas berupaya menghadirkan langkah sederhana dalam membangun disiplin lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah. Dengan keterlibatan aktif masyarakat dan pengelola BUMDes, program ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya berkelanjutan menuju lingkungan Desa Kalosi yang lebih bersih, sehat, dan bertanggung jawab.

Melani Pratiwi Palajukan

Now Playing
107.7 FM - EBS Radio
01:24
-03:10