Expo KKN Gelombang 116 Unhas, Pamerkan Karya dan Inovasi Mahasiswa

Makassar, EBS FM Unhas – Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar Expo Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 di GOR JK Arenatorium Unhas, Sabtu (19/9). Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menampilkan berbagai produk dan inovasi yang dihasilkan selama menjalankan pengabdian di masyarakat.
KKN Gelombang 116 Unhas diikuti oleh 5.062 mahasiswa, yang terdiri atas 1.658 mahasiswa laki-laki dan 3.404 mahasiswa perempuan. Para peserta KKN didampingi oleh 216 Dosen Pembimbing KKN dan tersebar di 23 kabupaten/kota, 130 kecamatan, serta 604 desa. Pelaksanaan KKN berlangsung pada Juni hingga Agustus 2026 melalui empat skema, yakni KKN Inovasi Daerah, KKN Kolaborasi Institusi, KKN Jejaring Internasional, dan KKN Khusus.
Expo KKN dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Inovasi dan Pengelolaan Usaha Unhas, Prof. Dr. Amir Ilyas, S.H., M.H. Dalam sambutannya, Prof. Amir menekankan agar berbagai karya yang dihasilkan mahasiswa selama KKN tidak berhenti sebagai prototipe yang hanya ditampilkan dalam expo, tetapi dapat dikembangkan hingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Ini adalah terobosan dan inovasi yang dilakukan oleh mahasiswa KKN. Mudah-mudahan produk-produk ini tidak menjadi prototipe saja, tetapi bisa dikembangkan dan dipromosikan untuk produksi secara besar-besaran sehingga dapat dinikmati oleh masyarakat luas,” ujar Prof. Amir.
Berbagai karya yang dipamerkan merupakan hasil mahasiswa dalam mengidentifikasi persoalan dan kebutuhan masyarakat di lokasi pengabdian, kemudian mengembangkan alternatif penyelesaian melalui produk maupun inovasi. Berdasarkan laporan pelaksanaan KKN Gelombang 116, tercatat ada 1.817 produk berbasis usaha dan industri, 1.449 produk teknologi tepat guna, 1.368 produk inovasi lainnya, serta 428 produk seni dan budaya.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof. Drg. Muhammad Ruslin, M.Kes., Ph.D., Sp.BM(K), turut mendorong agar karya mahasiswa dapat dikembangkan setelah pelaksanaan KKN berakhir. Menurutnya, pengalaman mahasiswa dalam mengidentifikasi persoalan di masyarakat perlu diteruskan dengan pengembangan produk yang memiliki manfaat dan nilai tambah.
“Hasil dari karya cipta teman-teman KKN harus dicoba, dilihat, dan diteropong mana yang bisa diangkat dan dihilirisasi. Sehingga ke depan betul-betul menjadi produk yang bisa dilanjutkan, dijual, dan memiliki value yang lebih tinggi untuk dirasakan oleh masyarakat,” ujar Prof. Ruslin.
Dorongan terhadap keberlanjutan tersebut juga menjadi bagian dari tindak lanjut Unhas terhadap hasil Expo. Produk yang dinilai memiliki potensi akan diarahkan untuk memperoleh pendampingan lanjutan melalui bidang inovasi dan pengembangan usaha. Pendampingan tersebut dapat mencakup pengembangan produk, pembentukan spin-off, hingga pemenuhan aspek legalitas seperti merek, perizinan, dan sertifikasi untuk produk tertentu.
Selain menghasilkan produk, pelaksanaan KKN gelombang 116 juga menjadi bagian dari pembelajaran berbasis masyarakat. Direktur Pendidikan Unhas, Dr. Eng. Ir. Muralia Hustim, S.T., M.T., IPM., menjelaskan bahwa KKN merupakan mata kuliah wajib universitas dengan bobot 4 SKS. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga membangun kepedulian sosial melalui interaksi langsung dengan masyarakat.
Salah satu wilayah dengan keterlibatan mahasiswa yang cukup besar adalah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, yang hadir sebagai narasumber dalam Expo KKN, menyebut program KKN Unhas di daerahnya tersebar di 106 desa/kelurahan. Ia menilai sejumlah program mahasiswa, seperti pembuatan biopori, penelitian pengelolaan sampah, kajian UMKM, hingga edukasi kewirausahaan bagi pelajar, memberikan pengalaman sekaligus manfaat bagi masyarakat.
“Ada yang dari Kecamatan Panca Rijang dengan melakukan biopori, melakukan penelitian tentang sampah dan banyak sekali. Ada dari Kecamatan Maritengngae dengan penelitian dan dampak kajian yang dia lakukan sangat bagus kepada masyarakat, penelitian tentang UMKM, mengajari anak-anak sekolah untuk berwirausaha,” ujar Syaharuddin.
Menurut Syaharuddin, interaksi mahasiswa dengan masyarakat juga memberikan dampak pada generasi muda di daerah. Kehadiran mahasiswa KKN dinilai dapat menjadi motivasi bagi anak-anak di Sidrap untuk mengenal pendidikan tinggi dan melihat peluang pengembangan diri melalui pendidikan.
“Karena masyarakat sangat suka, ini juga berdampak untuk motivasi inspirasi bagi anak-anak yang ada di Sidrap,” tambahnya.
Di akhir kegiatan, Expo KKN gelombang 116 Unhas ditutup dengan pemberian penghargaan kepada booth KKN dari Kabupaten Luwu Timur sebagai peraih Juara I booth terbaik dalam mengemas hasil pengabdian. Penghargaan tersebut sekaligus menjadi bagian dari apresiasi terhadap upaya mahasiswa menerjemahkan persoalan di masyarakat menjadi produk, inovasi, maupun program yang dapat ditampilkan kepada publik.
Nabila Sri Rahayu
107.7 FM