Student Center 18 September 2026

Forum Wakil Rektor Bidang Akademik PTN se-Indonesia di Unhas:  Bahas Strategi dan Tata Kelola Akademik PTN 

Makassar, EBS FM Unhas – Universitas Hasanuddin (Unhas) menjadi tuan rumah Forum Wakil Rektor Bidang Akademik Perguruan Tinggi Negeri (PTN) se-Indonesia yang berlangsung di Unhas Hotel & Convention, Kamis dan Jumat (17–18/9). Forum ini mempertemukan 46 perwakilan wakil rektor bidang akademik dari berbagai PTN di Indonesia untuk membahas arah pengembangan dan tata kelola akademik pendidikan tinggi.

Mengangkat tema “Transformasi Tata Kelola Akademik Perguruan Tinggi: Penguatan Student Success, Tata Kelola Penerimaan Mahasiswa, Kompetensi Lulusan, dan Integritas Seleksi,” pembahasan pada forum ini mencakup sejumlah isu strategis, mulai dari keberhasilan mahasiswa selama menjalani pendidikan, tata kelola penerimaan mahasiswa baru, peningkatan kompetensi lulusan, hingga penguatan integritas dalam proses seleksi.

Kegiatan ini turut menjadi ruang koordinasi bagi para wakil rektor bidang akademik untuk bertukar gagasan dan pengalaman terkait pengelolaan akademik di masing-masing perguruan tinggi. Ketua panitia, Prof. Ruslin, berharap forum ini dapat menjadi ruang bersama bagi para pimpinan bidang akademik PTN se-Indonesia untuk mendiskusikan berbagai persoalan yang dihadapi perguruan tinggi, sekaligus merumuskan langkah yang dapat mendukung kemajuan pendidikan tinggi di Indonesia.

“Mudah-mudahan forum ini dapat menjadi suatu ruang bersama para wakil rektor bidang akademik untuk mendiskusikan berbagai isu strategis serta menghasilkan kesepahaman atau praktik baik untuk kemajuan pendidikan tinggi di Indonesia,” ungkap Prof. Ruslin.

Salah satu isu yang mendapat perhatian dalam forum tersebut adalah Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB), khususnya upaya mencegah terjadinya kecurangan dalam proses seleksi. Prof. Ruslin menjelaskan bahwa sistem penerimaan mahasiswa baru masih menghadapi potensi kecurangan sehingga diperlukan pembahasan bersama antarpimpinan PTN untuk menemukan langkah pencegahan yang lebih efektif.

“Sebenarnya semua memiliki peluang untuk melakukan kecurangan dalam SPMB. Kami berharap forum ini dapat menghasilkan konsep atau masukan guna menanggulangi aksi kecurangan tersebut,” ujarnya.

Menurut Prof. Ruslin, salah satu persoalan yang turut menjadi perhatian ialah potensi kebocoran dalam pelaksanaan seleksi pada program studi tertentu. Ia menyebut Program Studi Kedokteran Gigi sebagai salah satu program studi yang menjadi perhatian dalam konteks tersebut.

Sebagai salah satu langkah yang pernah dilakukan, pelaksanaan ujian untuk Program Studi Kedokteran Gigi ditempatkan pada hari pertama atau kedua. Namun, pola tersebut dinilai berpotensi diketahui oleh pihak yang ingin memanfaatkan celah dalam sistem. Karena itu, pola pelaksanaan tersebut rencananya akan dievaluasi dan diubah sebagai bagian dari upaya meminimalkan risiko kebocoran maupun kecurangan pada pelaksanaan SPMB berikutnya.

Selain membahas persoalan penerimaan mahasiswa baru, forum ini juga membicarakan berbagai tantangan akademik yang berkaitan dengan kualitas lulusan dan keberhasilan mahasiswa. Penguatan student success menjadi salah satu bagian dari tema utama forum, sejalan dengan kebutuhan perguruan tinggi untuk tidak hanya memastikan mahasiswa diterima, tetapi juga mampu menyelesaikan pendidikan dan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan setelah lulus.

Prof. Ruslin berharap pembahasan dalam forum yang digelar selama dua hari, Kamis dan Jumat (17–18/9)  ini tidak berhenti pada diskusi semata, tetapi dapat menghasilkan rekomendasi yang dapat dibahas lebih lanjut bersama Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

“Kami berharap rekomendasi-rekomendasi yang baik dapat diteruskan kepada Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia dan didiskusikan lebih lanjut bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi,” tutup Prof. Ruslin.

Melalui forum tersebut, para wakil rektor bidang akademik PTN se-Indonesia diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan menghasilkan praktik baik dalam pengelolaan pendidikan tinggi. Pembahasan mengenai tata kelola penerimaan mahasiswa, integritas seleksi, keberhasilan mahasiswa, hingga kompetensi lulusan menjadi bagian dari upaya mendorong sistem akademik perguruan tinggi yang semakin efektif dan berintegritas.

Syahrul Ramadhan

Now Playing
107.7 FM - EBS Radio
01:24
-03:10