IMG_4228-1024x768 Guest Lecture Unhas Bahas Implementasi Parlemen Eropa dan Hubungan ASEAN-Uni Eropa
sumber: dokumentasipribadiebsfmunhas

Makassar, EBS FM UnhasInternational Office Universitas Hasanuddin (Unhas) menyelenggarakan Guest Lecture bertajuk “Parliamentary Diplomacy as Practiced by the European Parliament and Its Implementation in Indonesia and Southeast Asia” di Ruang Senat Lt.2 Gedung Rektorat Unhas, Rabu (10/6). Kuliah tamu ini menghadirkan Minister Counsellor for Parliamentary Affairs Delegasi Uni Eropa untuk ASEAN, Antoine Ripoll, sebagai pembicara utama.

Kuliah tamu tersebut membahas peran diplomasi parlemen di tengah dinamika politik internasional yang semakin kompleks. Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa lingkungan global saat ini menghadapi berbagai tantangan yang saling berkaitan, mulai dari perdagangan, teknologi, energi, migrasi, hingga keamanan. Kondisi tersebut menjadikan diplomasi parlemen semakin penting dalam membangun kepercayaan, legitimasi demokratis, serta keberlanjutan hubungan antarnegara.

Selain itu, Antoine juga menjelaskan struktur dan fungsi Parlemen Eropa sebagai lembaga Uni Eropa yang dipilih langsung oleh warga negara setiap lima tahun. Parlemen Eropa memiliki kewenangan legislasi bersama Dewan Uni Eropa serta menjalankan fungsi pengawasan dan penganggaran dalam sistem pemerintahan Uni Eropa. Dalam hal ini, Parlemen memiliki kewenangan untuk menyetujui anggaran Uni Eropa, mengevaluasi penggunaan dana publik, meninjau petisi masyarakat, serta melakukan penyelidikan terhadap berbagai isu yang menjadi perhatian publik.

Pembahasan juga menyoroti kemitraan strategis antara Uni Eropa dan ASEAN yang saat ini mencakup kerja sama di bidang perdagangan, keamanan, isu digital, investasi, dan pembangunan berkelanjutan. Dalam kuliah tamu tersebut, dijelaskan bahwa Uni Eropa terus mendukung sentralitas ASEAN serta mendorong penguatan kerja sama kawasan di tengah perubahan tatanan global.

Kuliah tamu ini diharapkan dapat memperluas wawasan internasional mahasiswa sekaligus memperkuat pemahaman mengenai praktik diplomasi kontemporer. Kegiatan ini juga menjadi wadah pertukaran gagasan antara akademisi, mahasiswa, dan praktisi internasional dalam memahami perkembangan hubungan internasional serta peluang kerja sama antara ASEAN dan Uni Eropa di masa mendatang.

Melani Pratiwi Palajukan