Hadapi Ancaman Kekeringan dan Banjir, Mahasiswa KKN-T Unhas Edukasi Petani Kelurahan Taroada

Makassar, EBS FM Unhas — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Perubahan Iklim Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas), Elia Rainer Kabi Patiung dari Fakultas Teknik, melaksanakan program kerja individu bertajuk “Edukasi Pengelolaan Air Pertanian untuk Menghadapi Kekeringan dan Banjir” di Kelurahan Taroada, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros, Selasa (4/8). Program ini menyasar masyarakat Kelurahan Taroada yang berprofesi sebagai petani maupun warga yang menjadikan aktivitas pertanian sebagai pekerjaan sampingan.
Program kerja ini dirancang sebagai respons terhadap pentingnya pengelolaan air pertanian dalam menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu. Ketersediaan air yang berlebihan pada musim hujan dapat menimbulkan risiko genangan dan banjir pada lahan pertanian, sementara keterbatasan air pada musim kemarau dapat menyebabkan kekeringan dan mengganggu aktivitas pertanian. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman mengenai cara air dikelola dan dimanfaatkan secara lebih efektif.
Sebelum pelaksanaan kegiatan, observasi dilakukan selama 14 hari untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi pengelolaan air pertanian serta berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat. Observasi dilakukan di beberapa lokasi, yaitu Kantor Kelurahan Taroada serta rumah warga di RW 3 dan RW 4. Dalam proses tersebut, mahasiswa melakukan wawancara dengan sejumlah pihak yang memiliki pengetahuan dan pengalaman langsung terkait kondisi pertanian di wilayah tersebut.
Adapun pihak yang diwawancarai dalam kegiatan observasi, yaitu Ibu Ummu, S.E.; Bapak Ismail selaku Ketua Gabungan Kelompok Petani RW 4; serta Bapak Saleh yang merupakan petani di RW 3. Informasi yang diperoleh dari proses observasi dan wawancara tersebut menjadi dasar dalam menyusun materi edukasi agar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat petani di Kelurahan Taroada.
Melalui program ini, mahasiswa memberikan pemahaman kepada petani mengenai pentingnya mengelola air secara lebih terencana, khususnya bagaimana air yang berlebih dapat dikelola dan disimpan untuk kemudian dimanfaatkan ketika terjadi kekurangan air. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat menghadapi dua kondisi yang berlawanan, yaitu kelebihan air yang berpotensi menyebabkan banjir dan kekurangan air yang dapat memicu kekeringan pada lahan pertanian.
Pelaksanaan program dilakukan selama tujuh hari dengan melibatkan masyarakat sebagai sasaran utama kegiatan. Edukasi diarahkan agar petani dapat memahami pentingnya pengelolaan air sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko terhadap lahan pertanian. Selain memberikan pengetahuan, kegiatan ini juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk berdiskusi secara langsung dengan masyarakat mengenai kondisi pengairan dan tantangan yang mereka hadapi dalam menjalankan aktivitas pertanian.
Program kerja ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN-T Unhas dalam mendukung ketahanan masyarakat terhadap dampak perubahan iklim di tingkat lokal. Pengelolaan air pertanian yang lebih baik diharapkan tidak hanya membantu menghadapi kondisi kekeringan dan banjir, tetapi juga dapat mendukung keberlangsungan aktivitas pertanian masyarakat Kelurahan Taroada.
Melalui program individu yang dilaksanakan oleh Elia Rainer Kabi Patiung, mahasiswa KKN-T Unhas berupaya menghubungkan pengetahuan dari bidang Teknik Sipil dengan kebutuhan nyata masyarakat. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran petani bahwa pengelolaan air merupakan bagian penting dalam menjaga keberlanjutan lahan pertanian, terutama dalam menghadapi perubahan kondisi iklim yang semakin tidak menentu.
Fadiah Nadhilah Irhad
107.7 FM