EBS News 14 Oktober 2026

Kualitas Udara Makassar Sangat Tidak Sehat, Pemkot Siapkan Langkah Pencegahan

bb34234c-f961-4a91-8a56-e4323404255b-1024x682 Kualitas Udara Makassar Sangat Tidak Sehat, Pemkot Siapkan Langkah Pencegahan
sumber: Pemerintah Kota Makassar

Makassar, EBS FM Unhas — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menggelar rapat koordinasi penanganan pencemaran udara PM2,5 dan kabut asap, Rabu (14/10). Dalam rapat tersebut, terungkap bahwa kualitas udara di Makassar dan sekitarnya memburuk hingga masuk kategori sangat tidak sehat berdasarkan validasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Kondisi ini dipengaruhi oleh asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari sejumlah wilayah serta tingginya volume kendaraan.

Sekretaris Daerah Makassar, Andi Zulkifly, menjelaskan bahwa asap kiriman berasal dari kebakaran di Pangkep sejak akhir September, kemudian disusul kebakaran di Selayar, Soppeng, Bone, hingga Maluku dan Papua. Asap tersebut terbawa angin dari arah timur hingga tenggara dan memperburuk kualitas udara di Makassar. Polusi dari aktivitas transportasi perkotaan turut menambah pencemaran partikel halus PM2,5.

“Berdasarkan laporan BMKG dan DLH, kualitas udara kita saat ini sudah tervalidasi sangat tidak sehat,” jelas Andi Zulkifly.

Meski kualitas udara memburuk, Dinas Kesehatan belum mencatat lonjakan kasus penyakit pernapasan secara signifikan. Pemkot Makassar pun belum memberlakukan kebijakan meliburkan siswa sekolah maupun pegawai instansi, tetapi meminta langkah pencegahan segera dilakukan. Dinas Kesehatan diinstruksikan untuk memantau perkembangan penyakit di puskesmas dan rumah sakit serta menyalurkan masker medis ke sekolah dan masyarakat.

Ketua Tim Bidang Meteorologi BMKG Wilayah IV Makassar, Rizky Yudha Pahlawan, mengimbau masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil, untuk membatasi aktivitas di luar ruangan. Ia juga menyarankan penggunaan masker saat beraktivitas di luar rumah.

“Hari ini terjadi kenaikan status dari kategori tidak sehat menjadi sangat tidak sehat. Kami mengimbau masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan ibu hamil, untuk mengurangi aktivitas fisik di luar ruangan serta selalu menggunakan masker,” imbau Rizky.

BMKG memperkirakan kualitas udara Makassar dan sekitarnya masih berfluktuasi pada kategori sedang hingga tidak sehat dalam beberapa hari ke depan. Sebagai tindak lanjut, Pemkot Makassar juga meminta Dinas Komunikasi dan Informatika bersama DLH berkoordinasi dengan BMKG untuk memperbarui informasi kualitas udara secara berkala. Masyarakat diimbau untuk memantau informasi tersebut dan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk.

Fadiah Nadhilah Irhad

Now Playing
107.7 FM - EBS Radio
01:24
-03:10