Mahasiswa KKN-PK Unhas Edukasi Pemanfaatan Pangan Lokal melalui Demonstrasi PMT untuk Cegah Stunting di Desa Kanie

Makassar, EBS FM Unhas — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Gelombang 69 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan edukasi dan demonstrasi pembuatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbahan pangan lokal melalui program “Racik Gizi Kanie” di Posyandu Sejati, Desa Kanie, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang, Kamis (23/7). Kegiatan yang diinisiasi oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat Unhas, Naila Syakirah, ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam menyusun menu bergizi untuk mencegah stunting pada anak.
Program tersebut diikuti oleh 18 peserta yang terdiri atas ibu atau pengasuh bayi di bawah dua tahun (baduta) usia 6–23 bulan, balita usia 24–59 bulan, serta kader Posyandu Desa Kanie. Kegiatan dirancang sebagai upaya memperkenalkan pemanfaatan pangan lokal yang mudah diperoleh masyarakat, seperti beras, telur, ayam, wortel, dan buncis, menjadi menu PMT yang bergizi, ekonomis, serta mudah diterapkan di rumah.
Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta dan pre-test untuk mengukur pengetahuan awal mengenai stunting dan pemberian makanan tambahan. Selanjutnya, peserta mengikuti penyuluhan tentang penyebab dan dampak stunting, prinsip penyusunan PMT, serta pentingnya pemanfaatan pangan lokal dalam memenuhi kebutuhan gizi anak pada masa pertumbuhan.
Materi edukasi kemudian diperkuat melalui demonstrasi pembuatan menu Sushi Telur, yang memadukan telur, ayam, nasi, wortel, dan buncis sebagai sumber energi, protein hewani, vitamin, serta mineral. Untuk meningkatkan keterampilan peserta, mahasiswa membagi peserta ke dalam empat kelompok yang secara langsung mempraktikkan proses pengolahan menu tersebut sebelum mempresentasikan hasilnya. Kegiatan ditutup dengan post-test, penilaian hasil praktik, pemberian apresiasi kepada kelompok terbaik, dan sesi foto bersama.
Naila Syakirah menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk menunjukkan bahwa pencegahan stunting dapat dimulai dari keluarga melalui pemanfaatan bahan pangan yang tersedia di lingkungan sekitar. “PMT yang baik tidak harus mahal. Yang terpenting adalah mengutamakan sumber protein hewani, memanfaatkan pangan lokal yang mudah diperoleh, serta memperhatikan jumlah, kualitas, mutu, dan keamanan makanan. Saya berharap ibu-ibu dapat menerapkan menu yang telah dipraktikkan hari ini di rumah untuk mendukung tumbuh kembang anak,” ujarnya.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para ibu dan kader posyandu aktif mengajukan pertanyaan, berdiskusi mengenai kebutuhan gizi anak, serta mengikuti praktik memasak dengan penuh semangat. Interaksi tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk memperoleh pengetahuan praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui program Racik Gizi Kanie, mahasiswa KKN-PK Gelombang 69 Universitas Hasanuddin berharap edukasi mengenai pemanfaatan pangan lokal dapat menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemenuhan gizi anak sejak dini. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh peserta diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan keluarga sehingga mampu mendukung tumbuh kembang anak secara optimal sekaligus menjadi bagian dari upaya pencegahan stunting di Desa Kanie.
Melani Pratiwi Palajukan
107.7 FM