Mahasiswa KKN-T 116 Unhas Edukasi Pemanfaatan Kulit dan Daun Singkong Menjadi Kompos Organik

Makassar, EBS FM Unhas — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 116 Kampung Sejahtera Kementerian Sosial Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan kegiatan “Produksi Kompos Organik dari Kulit dan Daun Singkong Menggunakan Larutan EM4 untuk Meningkatkan Kesuburan Tanah” di Dusun Sangnging-Sangnging, Desa Pattallassang, pada Senin (10/8). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan limbah organik, khususnya kulit dan daun singkong, menjadi kompos yang dapat digunakan untuk mendukung kesuburan tanah.
Kegiatan tersebut menyasar masyarakat, khususnya Keluarga Penerima Manfaat (KPM), yang memiliki potensi dalam memanfaatkan sumber daya lokal. Mahasiswa KKN-T memberikan edukasi mengenai pengelolaan limbah organik sekaligus memperkenalkan metode sederhana untuk mengolah kulit dan daun singkong menggunakan larutan Effective Microorganisms 4 (EM4).
Dalam pelaksanaannya, peserta diberikan pemahaman mengenai tahapan pembuatan kompos, mulai dari persiapan dan pencacahan bahan, pencampuran kulit serta daun singkong dengan larutan EM4, hingga proses pengomposan. Penyampaian materi dilengkapi dengan praktik langsung agar peserta dapat memahami setiap tahapan pembuatan kompos secara lebih mudah dan aplikatif.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui demonstrasi, diskusi, dan tanya jawab. Peserta menunjukkan antusiasme selama mengikuti praktik serta menyampaikan berbagai pertanyaan mengenai proses pengomposan, penggunaan EM4, hingga pemanfaatan kompos untuk tanaman. Melalui praktik tersebut, masyarakat diharapkan mampu mengolah limbah organik yang tersedia di lingkungan sekitar secara mandiri.
Yonatan Dawa, mahasiswa KKN-T Gelombang 116 dari Jurusan Rekayasa Kehutanan Universitas Hasanuddin, menyampaikan bahwa pemanfaatan limbah kulit dan daun singkong menjadi kompos merupakan langkah sederhana yang dapat memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
“Pengolahan kulit dan daun singkong menjadi kompos dapat menjadi salah satu solusi dalam mengurangi limbah organik sekaligus menghasilkan bahan yang bermanfaat bagi tanah. Dengan memanfaatkan bahan yang tersedia di sekitar, masyarakat diharapkan dapat menerapkan pengelolaan limbah secara mandiri dan berkelanjutan,” ujar Yonatan Dawa, mahasiswa Program Studi Rekayasa Kehutanan, Fakultas Kehutanan Unhas.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-T Gelombang 116 Kampung Sejahtera Kemensos Universitas Hasanuddin berharap masyarakat dapat meningkatkan keterampilan dalam mengelola limbah organik serta memanfaatkannya sebagai kompos untuk mendukung kesuburan tanah. Kegiatan ini juga menjadi wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, sekaligus mendorong pemanfaatan sumber daya lokal secara ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Melani Pratiwi Palajukan
107.7 FM