Mahasiswa KKN-T Inovasi Desa Unhas Paparkan Program Bank Sampah dan Inovasi Pemberdayaan di Desa Simpellu

Makassar, EBS FM Unhas — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar Seminar Program Kerja di Kantor Desa Simpellu, Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo, pada Rabu (8/7). Kegiatan ini menjadi langkah awal pelaksanaan pengabdian mahasiswa sekaligus forum untuk memaparkan berbagai program kerja yang telah disusun berdasarkan hasil observasi lapangan dan kebutuhan masyarakat Desa Simpellu.
Seminar ini dihadiri oleh Sekretaris Camat Pitumpanua, Kepala Desa Simpellu beserta jajaran perangkat desa, Ketua dan Anggota BPD, Ketua dan anggota TP PKK Desa Simpellu, para ketua RT/RW, imam desa dan imam dusun, kepala dusun, guru, tokoh masyarakat, serta Dosen Pendamping Kegiatan (DPK), Baginda Hamzah, S.T., M.B.A. Dalam sambutannya, Pemerintah Desa Simpellu mengapresiasi kehadiran mahasiswa KKN-T Unhas dan berharap program-program yang dirancang mampu menghadirkan inovasi serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan desa. Seminar ini juga menjadi ruang diskusi antara mahasiswa dan masyarakat untuk menyempurnakan program agar sesuai dengan potensi dan kebutuhan desa.
Pada kesempatan tersebut, mahasiswa memaparkan satu program kerja kelompok berupa pembentukan Bank Sampah sebagai upaya mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah. Program ini bertujuan mengubah kebiasaan membakar sampah menjadi budaya memilah dan mengolah sampah secara tepat sehingga memiliki nilai ekonomi. Selain membentuk unit Bank Sampah sebagai pusat pengumpulan sampah anorganik, program ini juga menargetkan terbentuknya kelompok pengelola yang akan melanjutkan operasional Bank Sampah setelah masa KKN berakhir.
Selain program utama tersebut, para mahasiswa turut memperkenalkan 5 program kerja individu yang berfokus pada inovasi berbasis potensi lokal dan pemberdayaan masyarakat. Program tersebut meliputi sosialisasi dan praktik pemanfaatan batang serai serta daun jeruk sebagai spray anti nyamuk alami, inovasi pengolahan buah rambutan menjadi dodol untuk meningkatkan nilai jual, pembuatan video profil Desa Simpellu sebagai media promosi, pelatihan dasar Bahasa Mandarin di Pondok Pesantren Daarul Mukhlisin As’adiyah Simpellu, serta pemanfaatan daun pepaya sebagai pestisida nabati untuk budidaya tanaman yang ramah lingkungan.
Setiap program dipresentasikan secara sistematis mulai dari latar belakang, tujuan, sasaran, metode pelaksanaan, hingga luaran yang diharapkan. Selama sesi diskusi, peserta seminar memberikan berbagai masukan dan tanggapan positif sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan seluruh program kerja yang telah disusun mahasiswa.
Melalui Seminar Program Kerja ini, mahasiswa KKN-T Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin berharap terjalin kolaborasi yang kuat antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam merealisasikan berbagai program yang bermanfaat bagi Desa Simpellu. Sinergi tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi yang berkelanjutan sekaligus mendukung pembangunan desa yang lebih mandiri dan berdaya.
Melani Pratiwi Palajukan
107.7 FM