Mahasiswa KKN-T Literasi Unhas Hilirisasi Buku Saku Program Turatea di Jeneponto

Makassar, EBS FM Unhas — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Literasi Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 116 di Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, menyusun dan melakukan hilirisasi buku saku Program Turatea: Tutur Cerita Lisan dan Literasi Anak di Perpustakaan Empoang Gembira, Selasa (1/9). Program ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa dalam mendekatkan kegiatan literasi kepada anak-anak melalui buku dan aktivitas interaktif. Penyusunan buku saku dilakukan sebagai bentuk dokumentasi sekaligus upaya membagikan pengalaman pelaksanaan program agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Turatea: Tutur Cerita Lisan dan Literasi Anak merupakan program yang mengajak anak-anak mengenal cerita melalui kegiatan membaca, menyimak, memahami, dan menyampaikan kembali informasi dari buku yang dibaca. Anak-anak tidak hanya diajak mendengarkan cerita, tetapi juga diberikan ruang untuk mengenali tokoh, memahami jalan cerita, menemukan pesan moral, serta menyampaikan tanggapan mereka. Pendekatan tersebut digunakan agar buku dapat menjadi media yang mendorong anak-anak untuk aktif berkomunikasi sekaligus mengembangkan kemampuan literasi mereka.
Buku saku Program Turatea memuat informasi mengenai konsep dan tujuan kegiatan, sasaran peserta, pemilihan bahan bacaan, teknik pelaksanaan, penyesuaian kegiatan berdasarkan usia, serta kendala dan tindak lanjut program. Materi dalam buku disusun berdasarkan pengalaman mahasiswa selama melaksanakan kegiatan di lapangan dengan mempertimbangkan karakteristik anak-anak dari jenjang TK hingga SMP. Buku saku juga dilengkapi dokumentasi kegiatan sebagai gambaran pelaksanaan Program Turatea di Kelurahan Empoang.
Pelaksanaan Turatea berlangsung di beberapa ruang literasi, yakni Rumah Baca Galeri Aksara, SD Negeri 8 Binamu, Perpustakaan Empoang Gembira, serta kegiatan Car Free Day (CFD) di Taman Turatea. Kegiatan melibatkan anak-anak dari berbagai jenjang dengan aktivitas yang disesuaikan dengan usia dan kemampuan mereka. Selain mendengarkan cerita, anak-anak diajak berinteraksi dengan buku melalui pertanyaan, diskusi sederhana, serta kegiatan menyampaikan kembali isi bacaan.
Penanggung jawab Program Turatea, Fadiah Nadhilah Irhad, mengatakan penyusunan buku saku tersebut menjadi bagian dari upaya mendokumentasikan proses dan pengalaman kegiatan literasi yang telah dilakukan selama masa KKN. Menurutnya, kegiatan literasi perlu dikemas dengan pendekatan yang sesuai agar anak-anak dapat menikmati proses belajar tanpa merasa terbebani. Ia berharap buku saku tersebut dapat memberikan gambaran sederhana bagi pihak yang ingin melanjutkan kegiatan serupa.
“Buku saku ini kami susun berdasarkan pengalaman selama mendampingi anak-anak dalam kegiatan Turatea. Kami ingin menunjukkan bahwa kegiatan literasi dapat dilakukan dengan cara yang sederhana, interaktif, dan menyesuaikan karakteristik anak-anak. Harapannya, kegiatan yang sudah dilakukan selama masa KKN dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar,” ujarnya.
Hilirisasi buku saku Turatea juga menjadi bagian dari rangkaian KKN-T Literasi Unhas Gelombang 116 yang berkolaborasi dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas). Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan program literasi yang mendorong pemanfaatan buku dan ruang literasi sebagai sarana belajar bagi masyarakat. Melalui buku saku, pengalaman kegiatan yang telah dilaksanakan di Kelurahan Empoang dirangkum dalam bentuk yang lebih praktis dan mudah dipahami.
Penyusunan buku saku tidak hanya berfokus pada hasil kegiatan, tetapi juga mencatat proses yang dilalui mahasiswa selama berinteraksi dengan anak-anak, sekolah, pengelola ruang baca, dan masyarakat. Pengalaman tersebut memberikan pembelajaran bagi mahasiswa mengenai pentingnya menyesuaikan kegiatan dengan kondisi dan kebutuhan peserta. Interaksi selama program juga memperlihatkan bahwa dukungan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam menciptakan kegiatan literasi yang dapat diterima oleh anak-anak.
Melalui hilirisasi ini, mahasiswa KKN-T Literasi Unhas berharap Program Turatea dapat meninggalkan pengetahuan dan pengalaman yang dapat terus dimanfaatkan setelah masa pengabdian berakhir. Buku saku diharapkan dapat menjadi dokumentasi kegiatan sekaligus referensi sederhana bagi sekolah, rumah baca, perpustakaan, maupun pihak lain yang ingin mengembangkan kegiatan literasi anak. Dengan demikian, semangat literasi yang dibangun selama KKN-T dapat terus tumbuh melalui pemanfaatan buku, ruang baca, dan keterlibatan masyarakat secara berkelanjutan.
107.7 FM