Mahasiswa KKN-T Unhas Bekali Pelaku UMKM Desa Bonto Loe dengan Strategi Membangun Mental Tangguh

Makassar, EBS FM Unhas — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Pemberdayaan Anak dan Perempuan Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) menyelenggarakan psikoedukasi bertajuk “Mental Tangguh, Usaha Bertumbuh: Strategi Psikologis agar UMKM Bertahan, Berkembang, dan Naik Kelas” di Aula Kantor Desa Bonto Loe, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng, Minggu (26/7). Kegiatan ini bertujuan memperkuat kesiapan psikologis para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu beradaptasi, bertahan, dan terus berkembang di tengah berbagai tantangan dunia usaha.
Kegiatan dibuka oleh Canrika Kumara Tungka selaku pembawa acara dan secara resmi dibuka melalui sambutan Sekretaris Desa Bonto Loe, Muh. Said, S.E. Selanjutnya, Septia Ainur Ridho, mahasiswi Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Angkatan 2023 sekaligus penanggung jawab program, memperkenalkan Aprilia Arsita, S.Psi., M.Psi., Psikolog sebagai narasumber utama.
Dalam sambutannya, Muh. Said menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program yang dinilai relevan dengan kebutuhan pelaku UMKM di Desa Bonto Loe. Ia berharap materi yang disampaikan dapat menjadi bekal bagi peserta dalam menghadapi dinamika dunia usaha. “Program ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya pelaku UMKM, agar usahanya mampu bertahan dalam menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang. Kami juga berharap materi yang disampaikan dapat diterapkan dalam pengembangan usaha sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Selama sesi pemaparan, narasumber menjelaskan pentingnya membangun resiliensi psikologis, growth mindset, psychological capital, kemampuan mengelola stres, strategic flexibility, serta dukungan sosial sebagai fondasi bagi pelaku UMKM dalam mempertahankan dan mengembangkan usahanya. Materi kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif yang membahas berbagai tantangan yang dihadapi peserta, termasuk pendampingan dalam pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai salah satu aspek penting dalam pengembangan usaha.
Septia Ainur Ridho menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran bahwa keberhasilan usaha tidak hanya ditentukan oleh modal dan strategi bisnis, tetapi juga oleh kesiapan mental pelaku usaha dalam menghadapi perubahan. “Melalui kegiatan ini, kami berharap pelaku UMKM semakin menyadari bahwa keberhasilan usaha tidak hanya bergantung pada modal dan strategi bisnis, tetapi juga pada kesiapan mental untuk beradaptasi, bangkit menghadapi tantangan, dan terus mengembangkan usahanya secara berkelanjutan,” tuturnya.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Para pelaku UMKM aktif mengajukan pertanyaan, berbagi pengalaman dalam menjalankan usaha, serta berdiskusi mengenai strategi menghadapi tekanan bisnis di tengah perubahan kondisi ekonomi. Interaksi tersebut menciptakan ruang belajar yang tidak hanya memberikan wawasan baru, tetapi juga mendorong peserta untuk saling berbagi pengalaman dan solusi.
Melalui program ini, mahasiswa KKN-T Universitas Hasanuddin bersama Pemerintah Desa Bonto Loe berharap para pelaku UMKM mampu menerapkan strategi psikologis yang telah dipelajari untuk meningkatkan ketahanan mental, mengembangkan usaha secara berkelanjutan, serta memperkuat daya saing di tengah dinamika dunia usaha. Kegiatan ini juga mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) Goal 8: Decent Work and Economic Growth melalui penguatan kapasitas pelaku UMKM, serta Goal 3: Good Health and Well-being melalui peningkatan kesehatan mental dan ketahanan psikologis masyarakat.
Melani Pratiwi Palajukan
107.7 FM