EBS Reportase 23 Juli 2026

Mahasiswa KKN-T Unhas Bentuk Ekosistem Edukasi Remaja untuk Menekan Risiko Stunting di Parepare

Makassar, EBS FM Unhas — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Stunting Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar penyuluhan bertajuk “Optimalisasi Edukasi Kesiapan Berkeluarga sebagai Upaya Pencegahan Kehamilan Dini dan Penurunan Risiko Stunting” di Edotel SMK Negeri 3 Parepare, Selasa (21/7). Kegiatan yang diinisiasi oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum Universitas Hasanuddin, Zahbrina Nurul Fasya, ini terlaksana melalui kolaborasi dengan Balai Penyuluhan Keluarga Berencana Kecamatan Ujung dan Forum Generasi Berencana (GenRe) Kota Parepare sebagai upaya meningkatkan pemahaman remaja mengenai kesehatan reproduksi, kesiapan berkeluarga, dan pencegahan stunting sejak dini.

Penyuluhan ini menghadirkan Penyuluh Keluarga Berencana Kecamatan Ujung, Andi Ashar, S.A.P., sebagai narasumber. Selama kegiatan, para peserta memperoleh materi mengenai pentingnya kesiapan fisik, mental, dan sosial sebelum berkeluarga, risiko kehamilan pada usia remaja, serta keterkaitan antara kesehatan reproduksi dengan upaya pencegahan stunting. Untuk menciptakan suasana belajar yang interaktif, Forum GenRe Kota Parepare turut memandu sesi ice breaking, diskusi, dan tanya jawab bersama peserta.

Andi Ashar menegaskan bahwa pencegahan stunting harus dimulai sejak masa remaja melalui peningkatan pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi dan perencanaan keluarga. Menurutnya, remaja merupakan calon orang tua yang memiliki peran penting dalam melahirkan generasi yang sehat dan berkualitas. “Remaja adalah calon orang tua di masa depan. Ketika mereka memiliki pengetahuan yang baik mengenai kesehatan reproduksi, gizi, dan perencanaan keluarga, maka peluang melahirkan generasi yang sehat akan semakin besar. Pencegahan stunting harus dimulai sejak sekarang, bukan ketika sudah menikah,” ujarnya..

Sebagai bentuk evaluasi, panitia melaksanakan pre-test sebelum penyampaian materi dan post-test setelah kegiatan selesai. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta yang cukup signifikan, dengan rata-rata nilai meningkat dari 64% menjadi 85%. Selain itu, peserta juga menerima tablet tambah darah (TTD), khususnya bagi remaja putri, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran terhadap pencegahan anemia yang berkaitan dengan penurunan risiko stunting.

Zahbrina Nurul Fasya selaku moderator, menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi remaja dalam mempersiapkan masa depan yang lebih sehat. “Kami berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan tambahan pengetahuan, tetapi juga mampu mendorong remaja untuk lebih siap merencanakan masa depan, menjaga kesehatan reproduksi, serta memahami pentingnya pencegahan stunting sejak dini,” ungkapnya.

Melalui program kerja ini, mahasiswa KKN-T Universitas Hasanuddin berharap sinergi antara perguruan tinggi, Balai Penyuluhan Keluarga Berencana, Forum GenRe, dan sekolah dapat terus diperkuat dalam membangun kesadaran remaja mengenai pentingnya kesiapan berkeluarga. Upaya tersebut diharapkan menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung percepatan penurunan stunting melalui pembentukan generasi muda yang lebih sehat, terencana, dan berkualitas.

M. Rusyaid Ridho Rusli

Now Playing
107.7 FM - EBS Radio
01:24
-03:10