Hot News 6 Agustus 2026

Mahasiswa KKN-T Unhas Dorong Branding Produk Pertanian Lokal Lewat Inovasi SIPROMA di Bonto Majannang

foto-after-penyuluhan-1-1024x576 Mahasiswa KKN-T Unhas Dorong Branding Produk Pertanian Lokal Lewat Inovasi SIPROMA di Bonto Majannang

Sumber: Dokumentasi Pribadi

Makassar, EBS FM Unhas — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar penyuluhan bertajuk “Strategi Branding dan Pemasaran Produk Pertanian Berbasis Potensi Lokal Melalui SIPROMA” di Kantor Desa Bonto Majannang, Kecamatan Sinoa, Kabupaten Bantaeng, Jumat (31/7). Program kerja individu yang dilaksanakan oleh Nailah Syifahdina, mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin, berkolaborasi dengan Ayu, mahasiswa Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, ini bertujuan meningkatkan nilai tambah hasil pertanian melalui pengolahan, branding, dan pemasaran berbasis potensi lokal.

Kegiatan dihadiri oleh Kepala Desa Bonto Majannang beserta perangkat desa, Ketua TP PKK Desa Bonto Majannang, para kepala dusun, kelompok tani, pelaku UMKM, dan masyarakat setempat. Dalam penyuluhan tersebut, mahasiswa memperkenalkan konsep SIPROMA dengan mengangkat potensi cabai sebagai komoditas unggulan desa yang diolah menjadi produk saus sambal. Peserta juga memperoleh materi mengenai strategi membangun identitas produk, mulai dari penentuan merek, logo, kemasan, label, hingga pemanfaatan media digital seperti WhatsApp Business, Facebook, Instagram, TikTok, Shopee, dan QRIS sebagai sarana pemasaran produk lokal.

Kepala Dusun Kayu Reku, Jufriadi, S.Pd., mengapresiasi program yang diinisiasi mahasiswa KKN karena dinilai sesuai dengan kebutuhan masyarakat Desa Bonto Majannang. “Ini merupakan salah satu langkah yang sangat luar biasa yang telah diadakan oleh mahasiswa KKN. Kami berharap kegiatan seperti ini menjadi awal agar masyarakat mulai berpikir untuk mengembangkan hasil pertanian menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan nilai jual yang lebih tinggi,” ungkapnya.

Apresiasi juga disampaikan oleh Ketua TP PKK Desa Bonto Majannang, Hj. Ermawati, yang menilai materi branding dan pemasaran digital sangat relevan bagi pelaku usaha rumahan di desa. “Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena materi yang disampaikan sesuai dengan kondisi masyarakat di desa. Harapannya, ilmu yang diberikan tidak berhenti sebagai pengetahuan saja, tetapi dapat diterapkan sehingga produk-produk lokal semakin dikenal dan memiliki nilai jual yang lebih baik,” ujarnya.

Melalui program ini, mahasiswa KKN-T Universitas Hasanuddin berharap masyarakat Desa Bonto Majannang mulai memandang hasil pertanian sebagai potensi usaha yang memiliki nilai tambah apabila diolah dan dipasarkan dengan strategi yang tepat. Edukasi mengenai branding, pengemasan, dan pemasaran digital diharapkan menjadi langkah awal dalam mendorong lahirnya produk unggulan desa yang mampu bersaing di pasar lokal maupun regional, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat berbasis sumber daya lokal.

M. Rusyaid Ridho Rusli

Now Playing
107.7 FM - EBS Radio
01:24
-03:10