Mahasiswa KKN-T Unhas Edukasi Budidaya Hidroponik Sistem Wick untuk Dukung Ketahanan Pangan di Desa Nipa-Nipa

Makassar, EBS FM Unhas — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan demonstrasi budidaya tanaman menggunakan sistem wick di Desa Nipa-Nipa, Kecamatan Pa’jukukang, Kabupaten Bantaeng, Senin (27/7). Program kerja individu ini bertujuan memperkenalkan metode hidroponik sederhana kepada masyarakat sebagai alternatif bercocok tanam di lahan terbatas sekaligus mendukung ketahanan pangan rumah tangga.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya pemanfaatan pekarangan rumah sebagai media produksi pangan. Melalui demonstrasi ini, mahasiswa KKN memperkenalkan sistem wick, salah satu metode hidroponik yang tidak memerlukan pompa listrik sehingga lebih sederhana, hemat biaya, dan mudah diterapkan oleh masyarakat. Sistem tersebut memanfaatkan sumbu (wick) untuk menyalurkan larutan nutrisi dari wadah penampung menuju akar tanaman secara alami.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai konsep dasar hidroponik sistem wick, keunggulan, manfaat, serta potensi penerapannya dalam memenuhi kebutuhan sayuran rumah tangga. Peserta juga memperoleh penjelasan mengenai jenis tanaman yang sesuai dibudidayakan menggunakan sistem wick, kebutuhan nutrisi, serta teknik perawatan agar tanaman dapat tumbuh optimal. Setelah sesi materi, mahasiswa mendemonstrasikan proses perakitan instalasi hidroponik menggunakan netpot, kain flanel sebagai sumbu, media tanam, dan larutan nutrisi. Masyarakat kemudian mempraktikkan langsung proses penanaman benih pada instalasi yang telah dirakit dengan pendampingan mahasiswa.
Penanggung jawab kegiatan, Waode Rahma, mahasiswa Program Studi Agribisnis Universitas Hasanuddin, menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang agar masyarakat dapat mengembangkan budidaya hidroponik secara mandiri dengan memanfaatkan bahan-bahan yang mudah diperoleh. “Saya berharap masyarakat Desa Nipa-Nipa dapat memanfaatkan pekarangan rumah melalui sistem hidroponik wick sebagai upaya meningkatkan ketahanan pangan keluarga. Dengan bahan yang mudah diperoleh dan perawatan yang sederhana, metode ini dapat diterapkan secara berkelanjutan untuk menghasilkan sayuran segar sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan,” ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme tinggi dengan aktif berdiskusi mengenai teknik budidaya, pemilihan jenis tanaman, perawatan harian, hingga cara mengatasi kendala yang mungkin dihadapi selama proses penanaman. Interaksi tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk mengembangkan metode budidaya yang praktis dan efisien di lingkungan rumah.
Melalui program ini, mahasiswa KKN Tematik Universitas Hasanuddin berharap masyarakat Desa Nipa-Nipa mampu menerapkan budidaya hidroponik sistem wick secara mandiri sebagai alternatif pemanfaatan lahan pekarangan. Selain meningkatkan ketersediaan pangan keluarga, metode ini juga berpotensi membuka peluang usaha berbasis pertanian skala rumah tangga. Program ini sekaligus mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Goal 2: Zero Hunger melalui penguatan ketahanan pangan rumah tangga, Goal 12: Responsible Consumption and Production melalui pemanfaatan sumber daya secara efisien, serta Goal 11: Sustainable Cities and Communities dengan mendorong praktik pertanian perkotaan dan permukiman yang berkelanjutan.
Melani Pratiwi Palajukan
107.7 FM