EBS Reportase 30 Juli 2026

Mahasiswa KKN-T Unhas Edukasi Pemanfaatan Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi di Desa Bila Riase

Makassar, EBS FM Unhas — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program kerja bertajuk “Pemanfaatan Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Berbahan Alami Sereh” di Desa Bila Riase, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sabtu (25/7). Program yang diinisiasi oleh Umi Aida ini bertujuan mengedukasi masyarakat mengenai pengelolaan limbah rumah tangga melalui pemanfaatan minyak jelantah menjadi produk yang bernilai guna, ramah lingkungan, sekaligus memiliki nilai ekonomi.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih banyaknya minyak goreng bekas yang dibuang sembarangan sehingga berpotensi mencemari tanah dan saluran air. Melalui inovasi tersebut, mahasiswa KKN memperkenalkan cara sederhana mengolah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi dengan memanfaatkan minyak sereh sebagai bahan alami. Selain mengurangi limbah rumah tangga, produk yang dihasilkan juga dapat dimanfaatkan sebagai pengharum ruangan, memberikan efek relaksasi, serta membantu mengusir nyamuk secara alami.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai dampak negatif pembuangan minyak jelantah terhadap lingkungan dan kesehatan. Selanjutnya, peserta mengikuti demonstrasi serta praktik langsung pembuatan lilin aromaterapi, mulai dari proses penyaringan dan penjernihan minyak jelantah, pencampuran bahan pengeras dan minyak sereh, hingga proses pencetakan lilin. Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa mendampingi peserta agar mampu mempraktikkan seluruh tahapan secara mandiri di rumah. 

Penanggung jawab program, Umi Aida, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya memperkenalkan pengelolaan limbah rumah tangga yang sederhana namun memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Melalui program ini, saya ingin mengajak masyarakat memanfaatkan limbah minyak jelantah menjadi produk lilin aromaterapi yang kaya manfaat. Selain mengurangi dampak pencemaran limbah rumah tangga, penggunaan aroma sereh alami pada lilin ini dapat memberikan kesegaran, efek relaksasi, serta membantu mengusir nyamuk di pemukiman warga,” ujarnya

Program tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat, khususnya ibu-ibu rumah tangga yang mengikuti kegiatan dengan antusias sejak sesi sosialisasi hingga praktik pembuatan lilin. Para peserta menilai inovasi tersebut mudah diterapkan karena menggunakan bahan-bahan yang sederhana, mudah diperoleh, dan berpotensi menjadi produk bernilai jual.

Salah seorang peserta mengaku memperoleh wawasan baru mengenai pemanfaatan limbah rumah tangga yang selama ini dianggap tidak memiliki nilai. “Setelah mengikuti kegiatan ini, kami menjadi lebih paham bahwa minyak jelantah yang biasanya dibuang ternyata bisa diolah kembali menjadi lilin aromaterapi yang harum dan bermanfaat. Caranya cukup mudah dipraktikkan, hemat, dan hasilnya sangat berguna untuk menjaga kenyamanan serta kebersihan di rumah,” ungkapnya.

Melalui program ini, mahasiswa KKN-T Universitas Hasanuddin berharap masyarakat Desa Bila Riase mampu menerapkan pengelolaan minyak jelantah secara mandiri sekaligus mengembangkan produk kreatif berbasis bahan lokal yang memiliki nilai ekonomi. Program ini juga mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Goal 12: Responsible Consumption and Production melalui pemanfaatan kembali limbah rumah tangga, Goal 8: Decent Work and Economic Growth dengan membuka peluang usaha kreatif berbasis produk ramah lingkungan, serta Goal 13: Climate Action melalui upaya mengurangi pencemaran lingkungan akibat pembuangan limbah minyak goreng secara sembarangan.

Melani Pratiwi Palajukan

Now Playing
107.7 FM - EBS Radio
01:24
-03:10