EBS Reportase 30 Juli 2026

Mahasiswa KKN-T Unhas Edukasi Pemilahan Sampah dan Pemanfaatan Sampah Plastik melalui Program Kreativitas Ramah Lingkungan 

Makassar, EBS FM Unhas — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Perubahan Iklim Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program kerja individu bertajuk “Kreativitas Ramah Lingkungan melalui Edukasi Pemilahan Sampah dan Pemanfaatan Sampah Plastik sebagai Upaya Mengurangi Dampak Perubahan Iklim” di SD Negeri 58 Parepare, Kelurahan Watang Bacukiki, Kota Parepare, pada Rabu (29/7). Program yang diinisiasi oleh Nazwah Nurfitri, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Hasanuddin, ini menyasar siswa kelas V dan VI sebagai upaya menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini melalui edukasi dan praktik pengelolaan sampah.

Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan pentingnya meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap isu perubahan iklim yang semakin nyata. Salah satu penyumbang permasalahan lingkungan adalah pengelolaan sampah plastik yang belum optimal. Melalui program ini, mahasiswa KKN-T mengajak siswa memahami hubungan antara perubahan iklim dengan limbah plastik, sekaligus mengenalkan cara sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampaknya melalui kebiasaan memilah sampah dan memanfaatkan kembali limbah plastik menjadi produk yang bernilai guna.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pengertian perubahan iklim, penyebab, serta dampaknya terhadap lingkungan dan kehidupan manusia. Siswa juga diberikan pemahaman mengenai proses produksi plastik, dampak sampah plastik terhadap pencemaran lingkungan, serta pentingnya menerapkan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle sebagai bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim.

Sebagai bentuk implementasi materi, para peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mengikuti praktik pemanfaatan sampah plastik menggunakan tutup botol bekas. Dengan pendampingan mahasiswa KKN, siswa berkreasi membuat berbagai kerajinan, salah satunya hiasan dinding berbentuk bunga. Melalui kegiatan tersebut, siswa diperlihatkan bahwa limbah plastik yang selama ini dianggap tidak berguna dapat diolah kembali menjadi produk yang memiliki nilai estetika sekaligus mengurangi jumlah sampah yang berakhir di lingkungan.

Untuk memperkuat pemahaman peserta, kegiatan dilanjutkan dengan permainan edukatif mengenai pemilahan sampah. Siswa secara bergantian mengelompokkan berbagai jenis sampah ke dalam kategori organik, anorganik, dan B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). Metode pembelajaran yang interaktif tersebut membuat siswa lebih aktif berpartisipasi sekaligus membantu mereka memahami cara memilah sampah dengan benar dalam kehidupan sehari-hari.

Nazwah Nurfitri selaku penanggung jawab program menjelaskan bahwa edukasi lingkungan perlu diberikan sejak usia sekolah dasar agar mampu membentuk karakter peduli lingkungan sejak dini. “Melalui program ini, kami berharap siswa tidak hanya memahami pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga mampu menerapkan kebiasaan memilah sampah dan memanfaatkan limbah plastik menjadi sesuatu yang bermanfaat. Langkah-langkah sederhana tersebut diharapkan dapat menjadi kontribusi nyata dalam mengurangi dampak perubahan iklim,” ujarnya.

Melalui program Kreativitas Ramah Lingkungan melalui Edukasi Pemilahan Sampah dan Pemanfaatan Sampah Plastik sebagai Upaya Mengurangi Dampak Perubahan Iklim, mahasiswa KKN-T Perubahan Iklim Gelombang 116 Universitas Hasanuddin berharap siswa SD Negeri 58 Parepare dapat menerapkan perilaku ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Program ini juga diharapkan mampu menumbuhkan budaya pengelolaan sampah yang baik sejak usia dini serta mendukung terwujudnya lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Melani Pratiwi Palajukan

Now Playing
107.7 FM - EBS Radio
01:24
-03:10