Mahasiswa KKN-T Unhas Edukasi Pengukuran pH Tanah untuk Optimalkan Kesuburan Lahan di Bonto Jaya

Makassar, EBS FM Unhas — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program kerja individu bertajuk “Sosialisasi dan Demonstrasi Pengukuran pH Tanah Menggunakan pH Meter dan Langkah Mudah Pengecekan Kesuburan Tanah” di Kelurahan Bonto Jaya, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng, Jumat (31/7). Program yang diinisiasi oleh Aisyah Hasan, mahasiswa Fakultas Pertanian Unhas, ini bertujuan meningkatkan pemahaman petani mengenai pentingnya tingkat keasaman (pH) tanah dalam mendukung pertumbuhan tanaman dan produktivitas pertanian.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai konsep dasar pH tanah, pengaruh tingkat keasaman terhadap penyerapan unsur hara, serta kaitannya dengan efektivitas pemupukan. Selanjutnya, mahasiswa mendemonstrasikan cara mengukur pH tanah menggunakan pH meter secara langsung di lahan milik salah seorang petani, Hasan. Peserta juga memperoleh edukasi mengenai langkah-langkah sederhana untuk mengevaluasi kesuburan tanah serta upaya perbaikan tanah yang bersifat asam melalui penggunaan dolomit atau kapur pertanian.
Penanggung jawab program, Aisyah Hasan, menjelaskan bahwa masih banyak petani yang belum memahami pentingnya mengetahui kondisi pH tanah sebelum melakukan pemupukan. “Selama ini petani sudah berusaha maksimal melakukan pemupukan, tetapi informasi mengenai pH tanah masih sangat terbatas. Padahal, pH merupakan faktor penting agar unsur hara dari pupuk dapat diserap tanaman secara optimal. Melalui kegiatan ini kami ingin berbagi pengetahuan sederhana agar petani dapat melakukan pengecekan pH tanah secara mandiri sehingga penggunaan pupuk menjadi lebih efektif dan efisien,” ujarnya.
Pelaksanaan kegiatan melibatkan perangkat Kelurahan Bonto Jaya, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), serta kelompok tani setempat. Peserta turut mempraktikkan penggunaan pH meter di lapangan sehingga dapat memahami secara langsung prosedur pengukuran dan interpretasi hasilnya.
Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Mulyadi, mengapresiasi pelaksanaan program tersebut karena memberikan pengetahuan praktis yang dapat diterapkan oleh petani. “Kami sangat terbantu dengan adanya sosialisasi ini. Selama ini petani lebih banyak mengandalkan pengalaman. Kini masyarakat mengetahui bahwa kondisi pH tanah perlu diperiksa terlebih dahulu sebelum penanaman maupun pemupukan. Selain itu, penggunaan pH meter ternyata cukup mudah sehingga dapat dimanfaatkan secara mandiri,” tuturnya.
Melalui program “Sosialisasi dan Demonstrasi Pengukuran pH Tanah Menggunakan pH Meter dan Langkah Mudah Pengecekan Kesuburan Tanah”, mahasiswa KKN-T Universitas Hasanuddin berharap kesadaran petani terhadap pentingnya pengelolaan kesuburan tanah semakin meningkat. Dengan pemahaman mengenai kondisi pH tanah dan penerapan pemupukan yang lebih tepat, produktivitas pertanian di Kelurahan Bonto Jaya diharapkan dapat terus meningkat serta mendukung kesejahteraan petani secara berkelanjutan.
Melani Pratiwi Palajukan
107.7 FM