Reportase 26 Juli 2026

Mahasiswa KKN-T Unhas Kelurahan Bonto Langkasa Dorong Pemanfaatan Limbah Bonggol Jagung

Slide-1-kkn-bontolangkasa-1024x768 Mahasiswa KKN-T Unhas Kelurahan Bonto Langkasa Dorong Pemanfaatan Limbah Bonggol Jagung
sumber: dokumentasipribadi

Makassar, EBS FM Unhas — Mahasiswa KKN-T Pertanian dan Teknologi Tepat Guna Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 116 melaksanakan program kerja individu bertajuk “Pengolahan Limbah Bonggol Jagung Menjadi Produk Bernilai Ekonomi (Briket)” di Kelurahan Bonto Langkasa, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng, Kamis (23/7). Program ini menjadi salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat melalui pemanfaatan limbah pertanian menjadi energi alternatif yang ramah lingkungan sekaligus memiliki nilai ekonomi.

Kegiatan diawali dengan penyuluhan kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan limbah pertanian berbasis ekonomi sirkular. Dalam sesi tersebut, mahasiswa KKN menjelaskan bahwa briket merupakan salah satu solusi pemanfaatan limbah biomassa agar memiliki nilai guna yang lebih tinggi. Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan briket dari bonggol jagung. Masyarakat diperlihatkan secara langsung proses pengarangan bahan baku, penghalusan arang, pencampuran menggunakan perekat tepung kanji, pencetakan, hingga tahap pengeringan sebelum briket siap digunakan. Seluruh tahapan disampaikan secara sederhana agar dapat dipraktikkan kembali secara mandiri oleh masyarakat.

Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Warga tidak hanya mengikuti demonstrasi dengan saksama, tetapi juga aktif berdiskusi mengenai teknik pembuatan, kualitas hasil briket, hingga peluang pengembangan produk sebagai usaha rumah tangga yang dapat memberikan tambahan pendapatan.

Koordinator program, A. Muhammad Iqbal Idris, menjelaskan bahwa inovasi ini merupakan salah satu bentuk penerapan teknologi tepat guna yang memanfaatkan potensi lokal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Melalui program ini kami ingin menunjukkan bahwa bonggol jagung bukan sekadar limbah hasil panen, tetapi dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi. Selain membantu mengurangi pencemaran lingkungan akibat pembakaran limbah, briket juga berpotensi menjadi peluang usaha bagi masyarakat apabila dikembangkan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap masyarakat Kelurahan Bonto Langkasa dapat mengembangkan inovasi pengolahan limbah pertanian secara mandiri sehingga mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih, mengurangi praktik pembakaran limbah terbuka, serta membuka peluang usaha baru berbasis potensi lokal. Program ini juga diharapkan menjadi langkah awal dalam mendorong pemanfaatan energi alternatif berbasis biomassa sekaligus memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat di sektor pertanian.

Fadiah Nadhilah Irhad

Now Playing
107.7 FM - EBS Radio
01:24
-03:10