Mahasiswa KKN-T Unhas Perkenalkan Alat Perontok Cengkeh untuk Tingkatkan Efisiensi Pascapanen di Desa Bonto Majannang

Makassar, EBS FM Unhas — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) Posko Desa Bonto Majannang memperkenalkan alat perontok cengkeh sebagai inovasi teknologi tepat guna dalam mendukung efisiensi proses pascapanen. Kegiatan ini dilaksanakan di Rumah Kepala Desa Bonto Majannang, Kecamatan Sinoa, Kabupaten Bantaeng, pada Rabu (22/7), dan dihadiri oleh perangkat desa, kelompok tani, serta masyarakat setempat.
Program kerja ini bertajuk “Pembuatan Alat Perontok Cengkeh sebagai Inovasi Teknologi Tepat Guna dalam Mendukung Efisiensi Pascapanen di Desa Bonto Majannang” yang dilatarbelakangi oleh potensi besar desa tersebut pada sektor perkebunan, khususnya komoditas cengkeh. Selama ini, proses pemisahan bunga cengkeh dari tangkainya masih banyak dilakukan secara manual sehingga memerlukan waktu yang lama dan tenaga yang cukup besar.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN-T Universitas Hasanuddin merancang alat perontok cengkeh berbasis teknologi tepat guna yang sederhana, mudah dibuat, menggunakan bahan yang mudah diperoleh, serta dapat diterapkan sesuai kebutuhan masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, tim KKN memaparkan latar belakang, tujuan, dan manfaat alat yang dikembangkan. Para mahasiswa juga mendemonstrasikan proses pembuatan alat, mulai dari pengenalan bahan dan komponen hingga tahap perakitan, sehingga masyarakat memperoleh gambaran mengenai cara membuat alat tersebut secara mandiri.
Program pembuatan alat perontok cengkeh ini menjadi salah satu wujud kontribusi mahasiswa KKN-T Universitas Hasanuddin dalam mendukung pembangunan desa berbasis potensi lokal. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi yang tidak hanya meningkatkan efisiensi kerja petani, tetapi juga memperkuat daya saing sektor pertanian di Desa Bonto Majannang. Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Perangkat desa, kelompok tani, dan masyarakat menyampaikan berbagai pertanyaan serta masukan terkait pengembangan alat agar dapat diterapkan secara lebih efektif dalam proses pascapanen cengkeh.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-T Gelombang 116 Universitas Hasanuddin berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pemanfaatan teknologi tepat guna sebagai salah satu solusi untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian. Inovasi ini juga diharapkan dapat mendorong masyarakat mengembangkan teknologi sederhana yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan desa.
Nabila Fatimah Azzahra
107.7 FM