Mahasiswa KKN Tematik 116 Unhas dan KKN 77 UMI Kenalkan Program Digitalisasi UMKM dan Tata Kelola Desa di Rappoa

Makassar, EBS FM Unhas — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) bersama KKN 77 Universitas Muslim Indonesia (UMI) menggelar Seminar Program Kerja di Kantor Desa Rappoa, Kecamatan Pa’jukukang, Kabupaten Bantaeng, Kamis (9/7), pukul 15.00 hingga 18.00 WITA. Kegiatan ini menjadi langkah awal kolaborasi pengabdian mahasiswa dalam memperkenalkan berbagai program kerja yang berfokus pada digitalisasi desa, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan potensi lokal di Desa Rappoa.
Seminar tersebut dihadiri oleh pemerintah desa, tokoh masyarakat, pelaku UMKM, serta warga Desa Rappoa. Berbagai program kerja dipaparkan sebagai upaya menjawab kebutuhan masyarakat, mulai dari penguatan tata kelola pemerintahan desa, pengembangan ekonomi digital, hingga pemberdayaan sektor pesisir dan ketahanan pangan.
Salah satu program yang diperkenalkan adalah pendampingan digitalisasi UMKM melalui penerapan sistem pembayaran non-tunai menggunakan QRIS dan pendaftaran lokasi usaha di Google Maps. Selain itu, mahasiswa KKN juga menginisiasi pembaruan basis data desa melalui program “Sapa Warga” dan penyusunan papan rekapitulasi data untuk mendukung pelayanan publik yang lebih efektif.
Pada sektor kemaritiman dan lingkungan, mahasiswa menghadirkan sejumlah program, seperti edukasi budidaya rumput laut ramah lingkungan, pembuatan peta wilayah berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG), serta gerakan “Pesisir Tanpa Sampah” yang menyasar siswa sekolah dasar. Sementara itu, di bidang peternakan diperkenalkan inovasi pembuatan silase pakan fermentasi sebagai solusi penyediaan pakan ternak pada musim kemarau.
Mahasiswa KKN 77 UMI turut berkontribusi melalui program penguatan sosial dan keagamaan, di antaranya mengajar mengaji di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), menyelenggarakan lomba keagamaan bagi anak-anak, serta membuat video profil Desa Rappoa sebagai media promosi potensi desa.
Kepala Desa Rappoa mengapresiasi kolaborasi kedua perguruan tinggi tersebut. Menurutnya, program yang diusung mahasiswa menjadi langkah strategis dalam mendukung pelayanan publik yang lebih modern sekaligus mendorong pengembangan potensi desa.
“Pemerintah desa sangat terbantu. Keputusan yang baik itu lahir dari data yang akurat. Apa yang dirancang oleh mahasiswa KKN ini adalah fondasi penting agar pelayanan publik di Rappoa bisa berjalan lebih transparan, cepat, dan modern” ujarnya.
Seminar yang berlangsung dinamis dengan sesi diskusi dua arah ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk menyukseskan seluruh program kerja. Rangkaian program tersebut dijadwalkan mulai dilaksanakan pada Kamis (10/9) melalui berbagai kegiatan pengabdian di bidang digitalisasi desa, pemberdayaan UMKM, penguatan administrasi pemerintahan, pengembangan potensi pesisir, ketahanan pangan, serta pembinaan sosial dan keagamaan bersama masyarakat Desa Rappoa
M. Rusyaid Ridho Rusli
107.7 FM