EBS Reportase 30 Juli 2026

Mahasiswa KKN Unhas Dorong Peningkatan Nilai Jual Kakao Melalui Sosialisasi Pascapanen

Makassar, EBS FM Unhas — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Pemberdayaan Anak dan Perempuan Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program kerja individu bertajuk “Sosialisasi Peningkatan Nilai Jual Kakao Melalui Peningkatan Mutu dan Penanganan Pascapanen yang Baik” di Kelurahan Gantarangkeke, Kecamatan Gantarangkeke, Kabupaten Bantaeng, pada Rabu (22/7). Program yang diinisiasi oleh Naufal Jayadi ini diikuti oleh petani kakao, kelompok tani, perangkat kelurahan, dan masyarakat sebagai upaya meningkatkan kualitas hasil panen sekaligus memperkuat daya saing komoditas kakao di tingkat petani.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai respons terhadap masih ditemukannya praktik penanganan pascapanen yang belum optimal, sehingga berpotensi menurunkan mutu biji kakao dan mempengaruhi harga jual di pasaran. Melalui sosialisasi ini, mahasiswa KKN memberikan edukasi mengenai pentingnya penerapan standar penanganan pascapanen sebagai salah satu faktor utama dalam meningkatkan kualitas produk dan nilai ekonomi kakao.

Materi yang disampaikan meliputi teknik pemanenan pada tingkat kematangan optimal, proses sortasi buah dan biji kakao, fermentasi yang sesuai standar, pengeringan hingga mencapai kadar air ideal, serta teknik penyimpanan yang tepat sebelum dipasarkan. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pengaruh setiap tahapan pascapanen terhadap kualitas biji kakao, sehingga mampu menghasilkan produk yang lebih bernilai dan memiliki daya saing di pasar.

Selain membahas aspek teknis, mahasiswa KKN juga mengajak petani memperkuat peran kelompok tani sebagai wadah kolaborasi dalam menghimpun hasil panen, menyeragamkan mutu biji kakao, serta melakukan pemasaran secara kolektif. Penguatan kelembagaan petani dinilai penting untuk meningkatkan volume produksi, memperkuat posisi tawar petani, serta membuka peluang kerja sama dengan koperasi maupun industri pengolahan kakao.

Penanggung jawab program, Naufal Jayadi, menjelaskan bahwa peningkatan kualitas pascapanen harus diiringi dengan penguatan kerjasama antar petani agar manfaat ekonomi yang diperoleh dapat lebih optimal. “Peningkatan nilai jual kakao tidak hanya bergantung pada hasil panen yang melimpah, tetapi juga pada kualitas biji kakao yang dihasilkan dan kemampuan petani untuk bekerja sama melalui kelompok tani. Dengan mutu yang baik dan pemasaran secara kolektif, petani memiliki peluang yang lebih besar untuk memperoleh harga yang lebih kompetitif serta memperluas akses pasar,” ujarnya

Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan aktif mengikuti sesi diskusi dan berbagi pengalaman mengenai kendala yang dihadapi dalam proses pascapanen maupun pemasaran hasil kakao. Diskusi tersebut menjadi ruang bertukar informasi mengenai praktik budidaya dan strategi peningkatan mutu yang dapat diterapkan secara berkelanjutan di tingkat petani.

Melalui program Sosialisasi Peningkatan Nilai Jual Kakao Melalui Peningkatan Mutu dan Penanganan Pascapanen yang Baik, mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin berharap petani di Kelurahan Gantarangkeke mampu menerapkan teknik pascapanen sesuai standar, memperkuat kerja sama melalui kelompok tani, serta meningkatkan kualitas dan nilai jual kakao. Program ini diharapkan dapat mendukung peningkatan pendapatan petani sekaligus memperkuat daya saing komoditas kakao sebagai salah satu potensi unggulan daerah.

Melani Pratiwi Palajukan

Now Playing
107.7 FM - EBS Radio
01:24
-03:10