Mahasiswa KKN Unhas Edukasi Pemilahan Sampah Lewat Program “Pilah Pintar” di SD Negeri 12 Lindajang

Makassar, EBS FM Unhas — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program kerja individu bertajuk “Pilah Pintar: Edukasi dan Praktik Pemilahan Sampah” kepada siswa kelas VI SD Negeri 12 Lindajang, Kecamatan Suli Barat, Kabupaten Luwu, Sabtu (31/7). Kegiatan ini diinisiasi oleh Hizkia Bonggalotong sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai pentingnya pemilahan serta pengelolaan sampah sejak usia dini.
Program “Pilah Pintar” merupakan bagian dari pelaksanaan KKN yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan kapasitas generasi muda dalam menjaga kelestarian lingkungan. Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 4 tentang Quality Education dan Tujuan 12 tentang Responsible Consumption and Production, dengan mendorong terbentuknya perilaku peduli lingkungan melalui edukasi yang aplikatif.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa memberikan materi mengenai pengertian sampah, jenis-jenis sampah yang meliputi organik, anorganik, dan residu, serta pentingnya pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Siswa juga diperkenalkan pada berbagai cara pengelolaan sampah, seperti pengolahan sampah organik menjadi kompos dan pemanfaatan kembali maupun daur ulang sampah anorganik sesuai dengan kondisi serta fasilitas yang tersedia.
Untuk memperkuat pemahaman peserta, kegiatan dilanjutkan dengan permainan edukatif “Estafet Sampah”. Sebanyak 18 siswa dibagi ke dalam tiga kelompok dan ditantang untuk mengambil, mengenali, serta memilah berbagai jenis sampah ke dalam kategori yang tepat. Permainan ini dirancang untuk melatih ketepatan, kerja sama, keaktifan, sekaligus mengasah kemampuan siswa dalam menerapkan materi yang telah dipelajari secara langsung.
“Kami ingin siswa tidak hanya mengetahui jenis-jenis sampah, tetapi juga memahami bahwa pemilahan merupakan langkah awal dalam pengelolaan sampah. Melalui permainan, siswa dapat belajar sekaligus mempraktikkan langsung apa yang telah mereka pelajari,” ujar Hizkia Bonggalotong, penanggung jawab program kerja.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan antusiasme tinggi dari para siswa. Seluruh peserta aktif mengikuti sesi edukasi maupun permainan, sementara kelompok yang memperoleh hasil pemilahan paling tepat dan menunjukkan kerja sama terbaik diberikan apresiasi sebagai bentuk motivasi untuk terus menerapkan kebiasaan positif tersebut.
“Kegiatannya seru karena ada permainan Estafet Sampah. Saya jadi lebih tahu cara membedakan sampah dan tidak langsung mencampurnya,” ungkap Icchang, siswa kelas VI SD Negeri 12 Lindajang.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin berharap kebiasaan memilah sampah dapat terus diterapkan oleh para siswa, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. Edukasi yang dipadukan dengan praktik interaktif ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membentuk generasi yang lebih peduli terhadap lingkungan serta mampu berkontribusi menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Melani Pratiwi Palajukan
107.7 FM