EBS Reportase 7 Agustus 2026

Mahasiswa KKN Unhas Edukasi Pengelolaan Sampah Organik melalui Pelatihan MOS.RamLing di Desa Bonto Majannang

Makassar, EBS FM Unhas — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program kerja bertajuk MOS.RamLing (Manajemen Olah Sampah Ramah Lingkungan) melalui pelatihan pembuatan dan penggunaan komposter tumpuk di Desa Bonto Majannang, Kecamatan Sinoa, Kabupaten Bantaeng, Kamis (30/7). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola limbah organik menjadi pupuk yang bermanfaat melalui penerapan teknologi tepat guna.

Program ini dilatarbelakangi oleh masih banyaknya limbah pertanian dan sampah organik rumah tangga yang belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui pelatihan MOS.RamLing, mahasiswa KKN memperkenalkan sistem komposter tumpuk sebagai metode pengolahan limbah yang sederhana, ramah lingkungan, dan mudah diterapkan oleh masyarakat. Teknologi tersebut mampu menghasilkan pupuk kompos padat serta pupuk organik cair (POC) yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pertanian.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pentingnya pengelolaan sampah secara mandiri, tantangan penanganan limbah organik di tingkat desa, serta konsep dasar MOS.RamLing. Selanjutnya, peserta memperoleh penjelasan mengenai prinsip kerja komposter tumpuk beserta keunggulannya sebagai teknologi pengolahan limbah yang efisien dan berkelanjutan.

Setelah sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan dan perakitan komposter tumpuk. Mahasiswa KKN mendemonstrasikan tahapan penyiapan wadah komposter, pemasangan sistem sirkulasi udara dan penampungan lindi, hingga proses pencampuran limbah pertanian, seperti jerami dan sisa daun, bersama sampah dapur rumah tangga dengan penambahan bioaktivator. Peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan dan aktif berdiskusi mengenai proses perawatan serta indikator keberhasilan pengomposan.

Melalui teknologi komposter tumpuk, limbah organik yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara maksimal dapat diolah menjadi pupuk kompos padat dan POC yang memiliki nilai pakai sekaligus nilai ekonomis. Produk hasil pengolahan tersebut dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesuburan tanah dan tanaman pekarangan, bahkan berpotensi dikembangkan sebagai produk bernilai jual yang dapat menambah pendapatan masyarakat.

Sebagai penutup kegiatan, mahasiswa KKN menyerahkan satu unit komposter tumpuk secara simbolis kepada perwakilan warga sebagai sarana pendukung pengelolaan sampah organik di Desa Bonto Majannang. Pemerintah desa dan masyarakat menyambut baik program tersebut karena dinilai menghadirkan solusi sederhana yang dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam mendukung pengelolaan lingkungan dan sektor pertanian.

Program ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Goal 11 (Sustainable Cities and Communities), Goal 12 (Responsible Consumption and Production), dan Goal 15 (Life on Land) melalui penerapan pengelolaan limbah organik yang berkelanjutan, pengurangan pencemaran lingkungan, serta pemanfaatan sumber daya lokal untuk mendukung pertanian yang lebih ramah lingkungan.

Melani Pratiwi Palajukan

Now Playing
107.7 FM - EBS Radio
01:24
-03:10