EBS Reportase 24 Juli 2026

Mahasiswa KKN Unhas Edukasi Warga Desa Sanjai Olah Sampah Organik melalui Pembuatan Biopori Berkelanjutan

Makassar, EBS FM Unhas — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas), Eben Luther, melaksanakan program kerja individu bertajuk “Gerakan Optimalisasi Pemanfaatan Sampah Organik Rumah Tangga Berbasis Prinsip Ekonomi Sirkular melalui Pembuatan Biopori” di Dusun Takkalala, Desa Sanjai, Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai. Kegiatan ini melibatkan Kepala Desa Sanjai, Tim Penggerak PKK, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), serta perwakilan dari 18 kelompok tani sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah organik secara berkelanjutan.

Program tersebut lahir dari hasil observasi selama pelaksanaan KKN yang menunjukkan bahwa sebagian besar sampah organik rumah tangga, seperti sisa sayuran, daun kering, dan buah-buahan, masih belum dimanfaatkan secara optimal. Di sisi lain, banyak warga memiliki pekarangan yang ditanami berbagai jenis tanaman sehingga membutuhkan pupuk organik dalam jumlah cukup besar. Berangkat dari kondisi tersebut, Eben menghadirkan edukasi pembuatan biopori sebagai solusi sederhana yang mampu mengurangi timbunan sampah sekaligus menghasilkan kompos bernilai guna. 

“Selama melaksanakan KKN di Desa Sanjai, saya melihat sampah organik rumah tangga masih banyak yang dibuang, padahal sebagian besar warga memiliki pekarangan dengan berbagai jenis tanaman yang dapat memanfaatkan kompos sebagai pupuk alami. Melalui program ini, saya berharap masyarakat dapat mengolah sampah organik menjadi kompos melalui biopori sehingga sampah yang sebelumnya tidak dimanfaatkan dapat memberikan nilai tambah sekaligus mendukung penerapan prinsip ekonomi sirkular di tingkat rumah tangga,” ujar Eben Luther.

Kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai konsep ekonomi sirkular, pentingnya pengelolaan sampah organik, serta manfaat biopori dalam meningkatkan daya resap air dan menghasilkan kompos alami. Materi disampaikan menggunakan media presentasi yang menjelaskan fungsi biopori, alat dan bahan yang dibutuhkan, hingga tahapan pembuatan pipa biopori agar masyarakat dapat menerapkannya secara mandiri di lingkungan rumah masing-masing.

Sebagai bentuk implementasi, mahasiswa kemudian mengajak para peserta mempraktikkan secara langsung proses pemasangan biopori. Peserta diperlihatkan tahapan penentuan titik pemasangan, instalasi pipa, hingga pengisian sampah organik sebagai bahan pembentuk kompos. Antusiasme masyarakat terlihat selama sesi praktik berlangsung, ditandai dengan keaktifan peserta berdiskusi serta menggali berbagai informasi mengenai pemanfaatan biopori untuk kebutuhan rumah tangga maupun lahan pertanian.

Melalui program ini, para mahasiswa berharap masyarakat Desa Sanjai semakin memahami pentingnya pengelolaan sampah organik yang berkelanjutan serta mampu memanfaatkan biopori sebagai solusi ramah lingkungan di tingkat rumah tangga. Selain membantu mengurangi timbunan sampah, penerapan biopori juga diharapkan mampu menghasilkan kompos sebagai pupuk alami bagi tanaman warga, sehingga mendukung penerapan prinsip ekonomi sirkular sekaligus mewujudkan lingkungan desa yang lebih bersih, hijau, dan berkelanjutan.

Melani Pratiwi Palajukan

Now Playing
107.7 FM - EBS Radio
01:24
-03:10