Reportase 15 Juli 2026

Mahasiswa KKN Unhas Gelar Psikoedukasi Pencegahan Kekerasan Seksual pada Anak di Kabupaten Bantaeng

Makassar, EBS FM Unhas — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) Posko Gantarangkeke 2 melaksanakan kegiatan psikoedukasi bertajuk “Aku Berani, Aku Lindungi Tubuhku” di Kantor Kecamatan Gantarangkeke, Kabupaten Bantaeng, Selasa (14/7). Kegiatan yang diprakarsai oleh Nur Amelia ini menyasar anak-anak dan remaja sebagai upaya meningkatkan pemahaman mengenai otonomi tubuh (bodily autonomy) dan komunikasi asertif untuk mencegah kekerasan seksual sejak dini.

Kegiatan ini bertujuan membekali peserta dengan pengetahuan dasar mengenai batasan tubuh, keberanian mengatakan “tidak” terhadap tindakan yang tidak pantas, serta pentingnya melaporkan pengalaman yang membuat mereka merasa tidak nyaman kepada orang tua maupun guru. Program tersebut disusun sebagai respons terhadap meningkatnya kasus kekerasan seksual terhadap anak, minimnya edukasi mengenai perlindungan diri, serta pentingnya menciptakan lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang anak. Kegiatan ini juga mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin keempat tentang Pendidikan Berkualitas melalui penyediaan pendidikan yang inklusif, aman, dan mendukung perlindungan anak.

Dalam pelaksanaannya, sebanyak 18 anak dan remaja mengikuti berbagai aktivitas pembelajaran interaktif, seperti bernyanyi, menggambar, mewarnai, serta edukasi mengenai bagian tubuh yang boleh dan tidak boleh disentuh. Mahasiswa juga melaksanakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti psikoedukasi. Metode tersebut diharapkan mampu membantu anak memahami materi dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami.

Penanggung jawab kegiatan, Nur Amelia, menjelaskan bahwa program ini lahir dari keprihatinan terhadap tingginya kasus kekerasan yang menimpa anak-anak. Menurutnya, edukasi perlindungan diri perlu diberikan sejak usia dini agar anak memiliki keberanian untuk menjaga diri dan menyampaikan pengalaman yang tidak nyaman kepada orang dewasa yang dipercaya.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan anak-anak dapat memahami batasan tubuh mereka secara mandiri, sehingga mampu mengenali dan menolak tindakan yang melanggar privasi mereka. Dalam jangka panjang, pemahaman ini diharapkan dapat meminimalkan risiko terjadinya pelecehan seksual pada anak, sekaligus mendorong anak untuk lebih terbuka, berani bercerita, dan bersikap jujur kepada orang tua maupun guru jika mengalami situasi yang tidak nyaman,” ujar Nur Amelia.

Melalui program ini, mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin berharap edukasi mengenai perlindungan diri dapat meningkatkan kesadaran anak-anak terhadap pentingnya menjaga keamanan tubuh, memperkuat peran keluarga dan lingkungan dalam pencegahan kekerasan seksual, serta memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Kelurahan Gantarangkeke.

M. Rusyaid Ridho Rusli

Now Playing
107.7 FM - EBS Radio
01:24
-03:10