Mahasiswa KKN Unhas Kembangkan Rocket Stove sebagai Solusi Pengelolaan Biomassa Ramah Lingkungan di Maros

Makassar, EBS FM Unhas — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Perubahan Iklim Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program kerja utama berupa pembuatan rocket stove di Kelurahan Taroada, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros. Kegiatan yang berlangsung selama Senin–Rabu (27–29/7) dan ditutup dengan demonstrasi penggunaan pada Minggu (2/8) ini bertujuan menghadirkan teknologi tepat guna sebagai solusi untuk mengurangi polusi udara akibat pembakaran terbuka sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan.
Program ini dilaksanakan oleh Tim KKN Tematik Perubahan Iklim Gelombang 116 Universitas Hasanuddin yang beranggotakan 6 mahasiswa lintas fakultas, yaitu Andrew William Wongkar dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) selaku Koordinator Desa, Elia Rainer Kabi Patiung dari Fakultas Teknik, Naura Anggita Syaharani dari Fakultas Ilmu Budaya, Sakinah Dwiyana Putri Sadik dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Annisa Nailah Rasyidah Imran dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta Nurul Fajriyani Husain dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Seluruh rangkaian kegiatan melibatkan partisipasi aktif masyarakat, mulai dari proses pembuatan hingga uji coba penggunaan rocket stove.
Rocket stove merupakan teknologi tepat guna yang dirancang agar proses pembakaran berlangsung lebih efisien melalui sirkulasi udara yang optimal. Teknologi ini menghasilkan pembakaran yang lebih sempurna sehingga mampu mengurangi asap dibandingkan pembakaran terbuka yang masih sering dilakukan masyarakat. Penerapan teknologi tersebut diharapkan dapat menekan pencemaran udara sekaligus menjadi salah satu bentuk kontribusi dalam mendukung upaya mitigasi perubahan iklim di tingkat lokal.
Selama tiga hari pelaksanaan, mahasiswa bersama warga bergotong royong membuat rocket stove mulai dari tahap persiapan bahan, perakitan, hingga penyelesaian alat. Setelah proses pembuatan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi penggunaan kepada masyarakat. Dalam sesi tersebut, peserta memperoleh edukasi mengenai cara pengoperasian, perawatan, serta manfaat rocket stove sebagai alternatif pemanfaatan biomassa dan pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan.
Sebagai luaran program, rocket stove yang telah dibuat diserahkan kepada masyarakat untuk dimanfaatkan secara berkelanjutan. Kehadiran teknologi ini diharapkan tidak hanya menjadi hasil fisik dari pelaksanaan KKN, tetapi juga menjadi inovasi yang dapat diterapkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari guna menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
“Semoga dengan adanya pembuatan rocket stove ini dapat mengurangi polusi udara yang ada sehingga lingkungan menjadi lebih bersih dan sehat,” ujar salah seorang warga Kelurahan Taroada.
Program ini sekaligus menunjukkan kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam menghadirkan inovasi sederhana yang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan. Selain mendukung pengelolaan biomassa yang lebih efisien, pemanfaatan rocket stove diharapkan dapat menjadi contoh penerapan teknologi tepat guna yang berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 11 (Sustainable Cities and Communities), Tujuan 12 (Responsible Consumption and Production), dan Tujuan 13 (Climate Action), melalui pengurangan pencemaran udara serta penguatan aksi mitigasi perubahan iklim di tingkat masyarakat.
Melani Pratiwi Palajukan
107.7 FM